Ekonomi Minus 5,2 Persen, Jokowi Ajak Bangkit Agar Tak Resesi

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Instagram/Jokowi)
PUBLICANEWS, Bogor - Presiden Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indoinesia pada kuartal II 2020 tercatat minus 5,2 persen. Ia mengajak masyarakat agar tidak menyerah sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tidak jatuh ke jurang resesi.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan secara virtual Kongres Luar Biasa Partai (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

KLB Partai Gerindra kali ini, ia menambahkan, diselenggarakan dalam situasi yang juga luar biasa. Ada 215 negara di dunia tengah menghadapi situasi ketidakpastian, krisis kesehatan, dan sekaligus krisis ekonomi yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Kita harus menyadari bahwa kemampuan kita untuk bertahan dan keluar dari krisis sangat tergantung pada perjuangan kita sendiri," ujar Jokowi.

Presiden kemudian menguraikan sejumlah negara yang mengalami kontraksi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Perancis minus 19 persen, India minus 18,9 persen, Inggris minus 17,9 persen, Uni Eropa minus 14,4 persen, Singapura minus 12,6 persen, Jerman minus 11,7 persen, Amerika Serikat minus 9,5 persn, Korea Selatan minus 2,59 persen.

IMF, Jokowi menjelaskan, memprediksi perekonomian dunia akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak depresi besar 1930. "Ini persoalan nyata di depan mata yang tidak gampang dan tidak mudah tapi sebagai bangsa pejuang kita harus mampu mengatasi persoalan kita sendiri dengan cara kita sendiri," Jokowi menegaskan.

Krisis yang sedang kita hadapi memberikan banyak pelajaran berharga di mana bangsa Indonesia harus memanfaatkan momentum saat ini untuk melakukan transformasi. Jokowi meminta untuk meninggalkan cara lama, membangkitkan kekuatan, serta melakukan lompatan kemajuan. Ia meyakini Indonesia memiliki modal dasar yang sangat kuat, yakni jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.

Kepada kader Gerindra yang mengikuti KLB, Jokowi mengajak agar tetap menempatkan kesehatan serta keselamatan rakyat sebagai prioritas. Presiden menegaskan, penyebaran virus corona harus mampu dikendalikan agar Indonesia tidak masuk pada gelombang kedua. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. cin94 @cin9408 Agustus 2020 | 22:17:07

    bisa pak.. ayo semangat pak

  2. Muhardi Karijanto @hardidja08 Agustus 2020 | 22:12:03

    Betul sekali kata Presiden, sebagai bangsa pejuang kita pantang menyerah. Marilah segenap komponen bangsa bersatu, bersama-sama, bahu-membahu serta bersinergi untuk bekerja keras menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi yg mengancam pada kuartal III 2020 ini.

    Tapi saya yakin dengan berbagai kebijakan baik berupa stimulus kepada masyarakat kecil dan insentif korporasi kepada dunia usaha, daya beli masyarakat dapat pulih, begitu juga dunia usaha dapat menggeliat kembali berproduksi agar tidak terjadi pengangguran semakin banyak.

    insya Allah dengan kerja keras semua jajaran pemerintah dan didukung oleh semua komponen bangsa kita bisa memenangkan peperangan melwan Covid 19 dan selamat dari resesi ekonomi. Semoga

Back to Top