Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik ke Penyidikan

publicanews - berita politik & hukumDjoko Tjandra ketika hendak dibawa ke Bareskrim usai mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jawa Timur, Kamis (30/7). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mabes Polri menaikan status penyelidikan kasus dugaan penghapusan red notice buron Djoko Tjandra menjadi tahap penyidikan. Penaikan status tersebut setelah penyidik Bareskrim melaksanakan gelar perkara.

"Hasilnya kemarin pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus, kasus daripada ini dinaikkan menjadi tahap penyidikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Penyidik telah memeriksa 15 saksi. Mabes Polri juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengetahui dugaan aliran dana Djoko Tjandra kepada pihak-pihak yang membantunya selama di Indonesia dan kemudian pergi ke Malaysia.

Argo menjelaskan, konstruksi hukum tindak pidana yang dipersangkakan adalah dugaan penerimaan hadiah oleh penyelenggara negara dalam kasus penghapusan red notice. "Atas nama Djoko Soegiarto Tjandra sekitar bulan Mei 2020 sampai Juni 2020," ujar Argo.

Namun Argo tidak menyebutkan siapa tersangkanya. Ia hanya mengatakan mereka yang diduga terlibat akan dijerat Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 2, Pasal 11, Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 KUHP.

"Tentunya ditahap penyidikan ini adalah serangkaian penyidik untuk mencari pelakunya," Argo menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top