Nyuwun Sewu, Ucapan Duka Jokowi untuk Lebanon Kok Bahasa Inggris?

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jokowi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan belasungkawa kepada korban ledakan di Beirut, Lebanon, melalui akun Twitternya, @jokowi.

"My deepest condolences to my brothers and sisters in Lebanon. In this tragic and painful incident, Indonesia stands with Lebanon. Our thoughts and prayers are with the families and victims of the devastating explosion in Beirut," Jokowi mencuit, Kamis (6/8).

Di tengah rasa simpati dan dukungan Jokowi kepada Lebanon menyusul tewasnya 135 korban meninggal dan ribuan orang terluka, banyak warganet justru mempersoalkan penggunaan bahasa Inggris dalam ucapan duka tersebut.

Pemilik akun @demokrasi88 mengatakan, UU mengatur pejabat negara harus menggunakan bahasa Indonesia di semua pernyataannya. "Bahkan pidato bapak di depan Parlemen Australia🇦🇺 saja pke bhs Indonesia," ujarnya.

"Nyuwun sewu Pakdhe 🙏 orang libanon pakai bahasa arab," akun @NaylaAzkiaa menimpali.

Meskipun banyak warganet yang mempersoalkan, tetapi tidak sedikit yang ikut bersimpati dengan Jokowi. "We all share your feelings Pak. Stand Lebanon Stand. 🙏," ujar pemilik akun @DaltonSembiring.

Dua jam setelah diunggah, cuitan Jokowi telah disukai 9 ribu lebih warganet. Sebanyak 1.700 lebih memberi komentar.

Kewajiban berbahasa Indonesia itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia. Beleid diteken Jokowi pada 30 September 2019.

Pasal 5 Perpres tersebut berbunyi: Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top