Fraksi PKS Dorong Investigasi Ledakan Beirut, WNI Aman

publicanews - berita politik & hukumEvakuasi korban ledakan di pelabuhan Beirut, Selasa (4/8). (Foto: Twitter/Asaad Hanna)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri segera mendata dan memastikan apakah ada WNI korban ledakan di Lebanon, Selasa (4/8) malam. Apalagi ada 1.234 anggota TNI Kontingen Garuda yang menjaga demarkasi perbatasan Lebanon-Israel.

"Juga ratusan WNI yang bekerja di sana, semoga semua tidak ada di sekitar ledakan dan semoga sehat walafiat," ujar Kharis, seraya menyampaikan duka yang mendalam, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8).

Selain memastikan keselamatan WNI, Kharis juga mendorong pemerintah memberikan bantuan sebagai negara sahabat. Ia juga mendesak pemerintah mendorong ada investigasi menyeluruh dan serius karena eskalasi ledakan yang begitu besar.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menyampaikan ada 2.750 ton amonium nitrat, bahan untuk pupuk dan peledak, yang disimpan di gudang tersebut. Diduga bahan-bahan itulah penyebab ledakan yang sementara ini menewaskan 73 orang dan 3 ribu lainnya terluka.

"Saya pikir dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara Lebanon, Indonesia harus mendorong dilakukan investigasi menyeluruh, jelas, dan terang sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat Lebanon dan dunia," Kharis menambahkan.

Terpisah, Dubes Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohari menjelaskan, ledakan terjadi di Port of Beirut, pada pukul 18.02 waktu setempat. Tingkat Banyak properti dalam radius beberapa kilometer dari pusat ledakan hancur.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. "Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hanggar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak di pelabuhan," kata Hajriyanto dalam rilisnya, hari ini.

Menurut Informasi yang ia terima, di gudang tersebut tersimpan sodium nitrat dalam jumlah besar. "Sodium nitrat adalah bahan putih yang digunakan pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api," ujar Hajriyanto.

Berdasarkan pengecekan terakhir KBRI, seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, sebanyak 1.234 di antaranya adalah anggota Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil, termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

KBRI telah berkomunikasi dengan kepolisian setempat dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI. "Seorang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Adinda @Prmthadinda05 Agustus 2020 | 13:08:41

    Semoga semua aman

Back to Top