Drama Djoko Tjandra

Anita Kolopaking Tak Penuhi Syarat Dilindungi LPSK, Suami Pinangki Dimutasi

publicanews - berita politik & hukumPengacara Anita Dewi Angraeni dan jaksa Pinangki Sirna Malasari saat menemui Djoko Tjandra. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Angraeni Kolopaking, mangkir dari pemeriksaan Bareskrim Polri. Ia mengirimkan sepucuk surat meminta penundaan penyidikannya, kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, seharusnya Anita menjalani pemeriksaan Selasa (4/8) pukul 09.00 WIB. "Penyidik akan kembali mengirimkan surat panggilan kedua," ujar Awi, Selasa siang.

Anita tampaknya lebih memilih untuk mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ia memang mengajukan permohonan perlindungan sebagai saksi atas penetepan tersangka bersama Brigjen Prasetijo Utomo dalam dugaan pemalsuan surat jalan buron kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra.

Ketua LPSK Hasto Atmojo membenarkan telah meminta keterangan dari pemilik Kantor Advokat Anita Kolopaking & Partners tersebut. Menurutnya, Anita sulit mendapatkan perlindungan sebagai saksi karena berstatus tersangka.

"Kecuali dia menjadi justice collaborator. Tapi untuk jadi justice kolaborator kan syaratnya harus mengakui kesalahan. Kemudian bekerja sama dengan aparat. Tapi dia merasa tidak bersalah, ya dia sulit kayaknya," katanya.

Anita telah ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan palsu dan disangkakan pasal 263 (2) dan pasal 223 KUHP. Sebelumnya, wanita yang terdaftar sebagai arbiter pada BANI Arbitration Centre ini mulai menangani kasus Djoko Tjandra sejak 2019.

Ia aktif menemui kliennya di gedung pencakar lagit The Exchange 106 di Kuala Lumpur, Malaysia. Bahkan, dalam foto yang beredar ia menggandeng jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Pinangki diduga setidaknya 9 kali ke Malaysia dan Singapura tanpa izin. Jaksa bergelar doktor itu telah mengakui bertemu Djoko Tjandra yang notabene merupakan buron Gedung Bundar Kejagung.

Kejagung sudah menjatuhkan hukuman disiplin terberat padanya, yaitu pencopotan sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Direktur Penyidikan Jampidsus Febri Ardiansyah mengatakan, tim Jampidsus akan mendalami kasus ini. Ia menjajikan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk dugaan menerima suap dari Djoko Tjandra.

"Semuanya akan kita perdalam karena sudah sampai di Pidsus dan saya sudah sampaikan ke tim untuk perdalam apa yang menjadi pemeriksaan pengawasan, setelah itu kita bersikap," katanya, kemarin.

Seolah efek domino, suami Pinangki, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, sebelumnya diberitakan berpangkat komisaris besar, perwira di Bareskrim, ikut dimutasi.

Berdasar telegram Kapolri, Selasa kemarin, lulusan Akpol 1997 itu dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Sub Bagian Opsnal Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri menjadi Kepala Sub Bagian Sistem dan Metode (Sismet) Bagian Pengkajian Sistem Biro Pengkajian dan Strategi Staf Logistik Polri.

Mengenai rotasi ini Kadiv Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan tidak terkait dengan kasus Pinangki ataupun Djoko Tjandra. "Mutasi biasa penyegaran dalam organisasi," kata Argo diplomatis.

Dalam kasus Djoko Tjandra yang berhasil digelandang pulang, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan secara perlahan semuanya akan ketahuan.

"Yang jelas semua yang terkait dengan pelanggaran hukum yang terjadi, ya tentunya kalau nanti saya buka orang akan menjadi dag dig dug dong, nanti kita proses saja pelan-pelan," ujar Listyo Sigit awal pekan ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah05 Agustus 2020 | 13:39:28

    Pidanakan, kalau memang bisa begitu.

Back to Top