Bodie Djarot Bantah Perintahkan Bakar Spanduk Rizieq Syihab

publicanews - berita politik & hukumBodie Djarot memimpin aksi demo di depan gerbang Kompleks MPR/DPR, Senin (27/7). (Foto: YouYube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid minta polisi menindak tegas pelaku pembakaran poster Rizieq Syihab. Menurutnya, a aksi tersebut sebagai kebencian terhadap ulama.

"Jangan tebang pilih. Itu salah satu makna menegakkan keadilan yang tertuang dalam Pancasila ke 3,” kata Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/7).

Ia meminta penanganan polisi secara cepat, profesional dan adil, seperti ketika mengusut pembakaran bendera PDIP.

Sementara itu, Bodie Djarot dari Gerakan Jaga Indonesia (GJI) menegaskan tak ada niat membakar poster Imam Besar FPI tersebut saat menggelar aksi memperingati peristiwa 27 Juli di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/7).

"Saya tak mau membakar. Tapi kalau saya menghentikan mereka, jatuh wibawa saya. Silakan saja, namanya juga orang marah," Boedi berkilah, saat dihubungi wartawan, Rabu ini.

Ia mengakui poster bergambar wajah Rizieq sengaja dibawa oleh massa sebagai alat peraga aksi, termasuk poster bertuliskan 'Saatnya Rakyat Lawan Khilafah' dan 'Kawal Pancasila dan NKRI'.

Semula spanduk terpasang di pagar Kompleks MPR/DPR tetapi kemudian diseret ke aspal jalan. "Namanya juga amarah, spanduk itu ada yang nyeret langsung ditaruh di lantai," katanya.

Menurutnya wajar tindakan massa karera Rizieq pernah marah-marah dan menghina Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur. "Nah peristiwa kemarin tak ada yang bisa saya redam. Kalau ada risiko ya saya hadapi," Boedi berdalih.

Dalam video yang beredar terdengar suara mengatakan Rizieq sebagai manusia sampah. Puluhan orang tampak menginjak-injak gambar Rizieq. Mereka juga sempat mencoba membakar, kemudian menyobek-nyobek spanduk disertai caci maki. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah30 Juli 2020 | 14:35:06

    rame rame rame. Kelebihan energi nih orang orang. Ingat covid dong.

Back to Top