Rachmawati Menangkan Gugatan MA, Tak Batalkan Keabsahan Jokowi-Ma'ruf

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan Rachmawati Sukarnoputri untuk membatalkan Pasal 3 ayat (7) Peraturan KPU (PKPU). Perkara diputus pada 28 Oktober 2019 tetapi salinan putusannya baru diunggah di situs MA pada 3 Juli lalu.

"Menerima dan mengabulkan permohonan uji materiil/keberatan yang diajukan para pemohon untuk seluruhnya," begitu bunyi putusan, seperti dikutip dari situs Direktori Putusan MA, Selasa (7/7). Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim Supandi dengan anggota Irfan Fachruddin dan Is Sudaryono.
 
Ketentuan PKPU menyebutkan bahwa apabila terdapat dua pasangan calon (paslon) dalam pemilu presiden dan wakil presiden, KPU menetapkan paslon yang memperoleh suara terbanyak sebagai paslon terpilih.

MA menyatakan bahwa PKPU tersebut bertentangan dengan Pasal 416 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal tersebut menjelaskan bahwa paslon terpilih adalah paslon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pilpres, dengan sedikitnya 20 persen suara di tiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Meski demikian gugatan Rachmawati yang diajukan saat menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu tidak berpengaruh pada hasil penetapan KPU soal kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 itu memperoleh kemenangan 55,5 persen di mana 21 provinsi memberikan suara di atas 50 persen. Paslon 02 Prabowo-Sandi menang di 13 provinsi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo08 Juli 2020 | 21:10:41

    apaan sih ini....kan pilpres udah lewat....🤣😥

  2. Abad De Angelo @Abaddeangelo07 Juli 2020 | 21:36:39

    Ya..baguslah tidak menambah kacau di situasi yang sudah genting ini..

Back to Top