Komisi III Ingin Tahu Seperti Apa Rutan KPK

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, dalam rapat dengar pendapat yang digelar tertutup, Komisi III DPR sempat mengkonfirmasi sejumlah kasus yang ditangani lembaga antirasuah.

“Kalau perkara tidak ada yang bisa ditutupin. Terkait perkara apa saja yang sudah melewati proses penyidikan kami sebutkan,” ujar Nawawi usai RDP dengan Komisi III di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/7)

Menurut Nawawi, KPK menyampaikan telah mengeluarkan sekitar 43 Sprindik hingga 30 Juni 2020. Namun mengenai sprindik kasus apa saja, ia tidak menyebutkannya.

”Hampir semua sudah diumumkan sprindik sudah kami keluarkan. Ada satu perkara barang kali bisa saja satu perkara bisa 7 sprindik, 8 sprindik seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi III Herman Herry mengatakan, RDP ini merupakan yang pertama dilakukan di luar gedung DPR. Menurutnya, UU MD3 membolehkannya.

Mengenai alasan dilakukan di Gedung KPK, Herman beralasan karena dewan ingin menyaksikan kinerja KPK dari dekat. Apalagi DPR sudah menyetujui anggaran-anggaran yang diajukan KPK.

Kebetulan sebagian besar anggota Komisi III periode sekarang ingin tahu seperti apa KPK, mereka selama ini hanya lewat di depan saja.

"Bentuk sel seperti apa, sehingga kita sebagai Komisi III perlu melihat fasilitas yang ada di KPK. Karena waktu membuat fasilitas itu anggaran kami yang setujui. Dalam fungsi itu kami juga mau melihat hasilnya semacam apa,” Herman menjelaskan di sela-sela peninjauan ke Rutan KPK.

Selain soal kasus, dalam pertemuan tadi Komisi III juga mengkonfirmasi prosuder penyadapan, penyitaan, hingga penggeledahan kepada Dewas KPK.

Misalnya, mengapa ada kasus yang terkatung-katung penanganannya. Namun lantaran menyangkut teknis penyidikan, Herman tidak bisa membuka pembicaraan tadi untuk publik.

"Itu sebabnya rapat kali ini kita buat rapat tertutup karena kami ingin tanyakan banyak kasus yang jadi perhatian publik," Herman menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. cin94 @cin9407 Juli 2020 | 21:29:45

    awas..jangan sampe kebablasan..

Back to Top