Survei IPO

Yasonna dan Terawan Diminta Out, Susi Comeback

publicanews - berita politik & hukumSusi Pudjiastuti. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mayoritas responden, sebanyak 72,9 persen, menghendaki Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Hasil tersebut merupakan survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) dalam riset periode 8-25 Juni 2020. .

Direktur IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menduduki peringkat pertama yang mesti dicopot. "Sebanyak 64,1 persen responden menyatakan Menkumham paling layak dilakukan reshuffle," kata Kurnia dalam diskusi virtual pada Sabtu (4/7).

Di bawah politikus PDIP itu, sebanyak 52,4 persen menyatakan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto layak diganti. Posisi ketiga ditempati Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, yang dikehendaki oleh 47,5 persen. 

Kemudian Menteri Agama Fachrul Razi, disusul bertutur-turut sampai urutan ke sepuluh yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Julian Batubara, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. 

Di urutan ke sebelas Menteri BUMN Erick Thohir, Mendikbud Nadiem Makarim, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkominfo Johnny G. Plate, Menteri KLHK Siti Nurbaya, dan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar. 

Responden menghendaki Susi Pudjiastuti kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, dengan 37,2 persen suar. Disusul mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya (32,2), mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (31,4).

Kemudian mantan Menko Maritim Rizal Ramli dipilih 28,8 persen responden, disusul mantan Menteri ESDM Ignasius Johan (27,1), dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (25).

Alasan nama-nama itu kembali dilirik karena mereka dinilai memiliki rekam jejak yang bersih dari tindakan korupsi sebanyak 31 persen. Terdapat 29 persen responden memilih mereka karena alasan pintar, 14 persen tegas, dan 11 persen alasan religius. 

Survei melibatkan 1.350 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengumpulan data Wellbeing Purposive Sampling (WPS). Sampling eror sebesar 3.54 persen. Tingkat akurasi data dalam rentang maksimum 97 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top