Mahfud MD Minta Jagung Tangkap Djoko Tjandra

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Mahfud MD menyampaikan hasil rapat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (29/6). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin segera menangkap buron Djoko Soegiarto Tjandra. Instruksi itu menyusul kabar terpidana kasus cessie Bank Bali itu berada di Indonesia.

"Saya tadi sudah bicara dengan Jaksa Agung supaya segera menangkap buronan Djoko Tjandra," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Mahfud mengingatkan bahwa Djoko Tjandra sebagai buronan kelas kakap karena masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2009. Selain Kejaksaan, permintaan juga ia ssampaikan kepada Polri untuk menangkap buron yang kabur ke Papua Nugini itu.

"Tidak ada alasan bagi orang yang DPO, meskipun dia mau minta PK (peninjauan kembali), lalu dibiarkan berkeliaran," ujar Mahfud.

Menurutnya, orang yang mengajukan PK harus hadir dalam pengadilan. Ketika Djoko Tjandra mengajukan PK dan hadir di pengadilan, maka harus ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

"Jadi, tidak ada penundaan hukuman bagi orang yang sudah minta PK. Itu saja demi kepastian hukum dan perang melawan korupsi," Mahfud menegaskan.

Djoko Soegiarto Tjandra alias Tjan Kok Hui dikabarkan sudah berada di Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Taipan kelahiran Sanggau pada 27 Agustus 1950 yang menetap di Papua Nugini sejak 2012 itu telah beralih nama menjadi Joe Chan.

Bahkan, terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 546 miliar itu masuk kembali ke Indonesia karena berhasil mengelabui Pengadilan Negeri Papua untuk mengubah nama menjadi Joko Soegiarto Tjandra. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top