Menkeu Bela Terawan yang Kena Semprot Jokowi

publicanews - berita politik & hukumMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rendahnya realisasi belanja anggaran kesehatan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo tidak semata-mata tanggung jawab Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Ada yang berpersepsi anggaran kesehatan baru cair sedikit karena tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Enggak juga, karena ada jalurnya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Selasa (30/6).

Menurut Ani, sapaan akrab Menkeu, serapan rendah karena proses pencairan anggaran perlu dilakukan secara bertahap. Bendahara Negara itu menyampaikan pula anggaran penanganan Covid-19 disalurkan pusat dan daerah, termasuk insentif pajak bagi rumah sakit yang melakukan penanganan pandemi.

"Jadi ini belanja ada yang untuk Gugus Tugas, ada Kemenkes, ada juga yang diberikan dalam bentuk penanganan BPJS Kesehatan sehingga mampu membayar rumah sakit," Ani menjelaskan

Dari total anggaran Rp 87,5 triliun, untuk belanja penanganan Covid-19 sebesar Rp 65,8 triliun, insentif tenaga medis Rp 5,9 triliun, dan santunan kematian Rp 500 miliar.

Kemudian bantuan iuran JKN BPJS Kesehatan Rp 3 triliun, anggaran untuk Gugus Tugas Covid-19 Rp 3,5 triliun, serta insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp 9,05 triliun. Ani menyebutkan realisasi anggaran kesehatan saat ini sebesar 4,68 persen dari Rp 87,55 triliun.

Pembelaan terhadap Terawan juga disampaikan Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene. "Pak Jokowi ada yang salah. Kasian Pak Menteri juga enggak mau meluruskan,” katanya.

Felly menduga Jokowi salah mendapat informasi. Namun, ia tak bisa memastikan kenapa Jokowi sampai salah menerima informasi soal serapan dana Kemenkes. "Karena itu kami dari Komisi IX tentu kami harus meluruskan karena dianggap kita nggak bekerja,” ia menambahkan.

Ia menjelaskan, dana sebesar Rp 61,2 triliun dari total anggaran penanganan corona dikelola Kemenkeu bersama BNPB.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo marah karena kementerian Kesehatan baru merealisasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 baru sebesar 1.53 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah02 Juli 2020 | 05:33:09

    Nah siapa nih yg kasih masukannya salah? Ada maksud2 tertentu?

Back to Top