Istana Sebut Pelaku Teror di UGM Partikelir di Luar Penguasa

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Istana mendukung upaya pengungkapan kasus teror terhadap penyelenggara dan narasumber diskusi UGM dengan topik pemecatan Presiden.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral menegaskan, pelaku teror bukan ulah kekuasaan resmi. "Saya yakin bahwa itu bukan ulah kekuasaan resmi, itu ulah sub, sub kekuasaan yang partikelir yang berupaya untuk mengambil hati pemegang kekuasaan demi reputasi dan mobilisasi politik," kata Donny dalam diskusi 'Teror dalam Ruang Demokrasi', Rabu (3/6).

Pemerintah, ia menambahkan, ingin agar kasus ini diusut sehingga bisa terungkap secara terang benderang siapa yang melakukan teror, apa motivasi, kemudian bisa diproses secara hukum.

"Ini bukan ulah pemerintah meskipun memiliki aparatur represif, meskipun memiliki kekuatan represif seperti polisi misalnya, tapi saya kira ini harus dibuka terang benderang sehingga tidak ada dusta di antara kita," ujarnya.

Jadi Pembicara 'Pemecatan Presiden', Guru Besar UII Diteror

Ia mengingatkan aparat negara mempunyai infrastruktur untuk menelusuri hal tersebut.

Doni menilai terlalu dini bila karena kasus tersebut kemudian disimpulkan pemerintahan Jokowi membelenggu dan membatasi hak demokrasi dan menyatakan pendapat warga negara.

Seharusnya diskusi Constitutional Law Society Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (CLS FH UGM) terselenggara pada 29 Mei 2020 lalu. Webinar bertajuk 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' batal setelah muncul bebagai teror. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top