Ruslan Buton Gugat Polri

publicanews - berita politik & hukumRuslan Buton (kemeja putih) saat berada di Polres Buton, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (28/5). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, Ruslan Buton, mengajukan gugatan praperadilan. Pecatan Kapten Infanteri AD itu menggugat Polri atas penetapannya sebagai tersangka.

Pengacara Tonin Tachta Singarimbun membenarkan langkah praperadilan kliennya. "Gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 62," kata Tonin saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6).

Menurut Tonin, penyidik Mabes Polri tidak memiliki alat bukti yang sah untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka. Pengacara Kivlan Zen ini merujuk pada Surat Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 21/PUU-XII/2014.

"Bahwa tidak ada prosedur hukum sepatutnya dalam menetapkan pemohon (Ruslan) menjadi tersangka dan oleh karena tidak pernah dilakukan pemeriksaan calon tersangka," Tonin menjelaskan.

Lewat gugatan praperadilan, Tonin meminta hakim mengabulkan gugatan Ruslan, yaitu memerintahkan penyidik untuk melepaskan Ruslan dari tahanan.

“Mengabulkan gugatan permohonan praperadilan seluruhnya. Menyatakan termohon tidak memiliki 2 alat bukti yang sah dalam penetapan tersangka," ujarnya.

Polri merespon gugatan tersebut dengan menyatakan bahwa siap menyampaikan secara detail soal proses penyidikan dan penetapan tersangka dalam sidang praperadilan nanti.

"Silakan karena itu hak daripada tersangka yang diatur dalam KUHAP. Dan nanti diuji di sidang praperadilan tentang proses penyidikannya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Argo Yuwono, kemarin.

Ruslan dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman hukuman pidana 6 tahun dan atau Pasal 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun.

Ruslan dijemput tim gabungan TNI dan Polri di rumahnya di Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top