Maklumat Jusuf Kalla, Masjid Bisa Dibuka Kembali

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Foto: DMI.dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengeluarkan maklumat bahwa masjid dapat dibuka untuk jemaah, baik untuk salat wajib lima waktu maupun Jumatan.

"Dengan catatan tetap mengikuti perkembangan informasi penularan Covid-19 di daerah setempat," tulis Jusuf Kalla dalam maklumatnya, Selasa (2/6).

Menurut JK, maklumat tersebut memperhatikan surat edaran Kementerian Agama dan fatwa MUI menyangkut tata laksana peribadatan di masa pandemi Covid-19.

Mantan wakil presiden itu menjelaskan, masjid harus memberlakukan protokol cegah tangkal Covid-19, seperti jaga jarak minimal 1 meter antar jemaah, mengenakan masker dari rumah, bawa sajadah atau sapu tangan sendiri, atau kenakan kelengkapan lain yang diperlukan.

DMI juga menyerukan agar mengurangi kapasitas jemaah masjid sebanyak 60 persen dari kondisi normal. "Dengan ketentuan jaga jarak minimal semeter, maka daya tampung masjid tersisa 40 persen dari kapasitas normal. Karenanya untuk memenuhi kebutuhan jemaah dan mempedomani tujuan syariat pelaksanaan diatur, khususnya Salat Jumat," JK menjelaskan.

Jusuf Kalla juga menekankan dua poin dalam pengaturan. Pertama, di samping masjid-masjid, juga di musala dan tempat umum. Kedua, bagi daerah yang padat penduduk dilakukan Salat Jumat dua gelombang.

Pengurus masjid diharapkan menggulung karpet dan disiplin membersihkan lantai masjid dan musala dengan karbol serta disinfektan, serta menyiapkan hand sanitizer atau sabun.

JK juga meminta masjid harus melengkapi pengeras suara sebagai media siar yang efektif untuk informasi penting bersifat daerah cegah tangkal Covid-19.

Selain menyerukan difungsikan masjid, JK juga menyerukan kesiagaan sebagai pos reaksi cepat jika terdapat jemaah tertular Covid-19. "Kepada jemaah yang sedang batuk, demam, sesak nafas dan mengalami gejala flu agar melaksanakan salat di rumah hingga dinyatakan sembuh," ujar JK.

Maklumat JK ini ditujukan kepada seluruh jajaran pimpinan wilayah, daerah, kecamatan, ranting, dan DKM/Takmir di seluruh Indonesia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top