KPK Terima Laporan Gratifikasi Idul Fitri Senilai Rp 62,8 Juta

publicanews - berita politik & hukumGedung lama KPK (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali mendapatkan laporan penerimaaan gratifikasi terkait momen Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H. Plt Jubir bidang Pencegahan KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan, hingga 29 Mei 2020 KPK menerima 58 laporan dengan nilai Rp 62,8 Juta.

"Berasal dari 10 kementerian/lembaga sebanyak 28 laporan, 3 pemerintah provinsi, 9 pemerintah kabupaten/kota sebanyak total 22 laporan, dan 5 BUMN/BUMD dengan total 8 laporan," ujar Ipi Maryati Kuding dalam rilisnya, Senin (1/6).

Barang yang dilaporkan berupa parsel makanan, barang pecah belah, voucher, dan uang. Nilai terendah laporan Rp 50 ribu hingga Rp 10 juta.

"Tujuan pemberian dimaksudkan sebagai tambahan uang dalam menyambut bulan suci Ramadhan, tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri, hingga ucapan terima kasih karena telah menggunakan produk tertentu," Ipi menjelaskan.

Adapun medium pelaporan paling banyak adalah melalui aplikasi Gratifikasi Online (GOL) individu sebanyak 36 laporan. Selanjutnya GOL unit pengelola gratifikasi (UPG) 14 laporan, dan surat elektronik baik yang disampaikan oleh individu maupun melalui UPG sebanyak 8 laporan.

KPK pun terus mengimbau pegawai negeri dan penyelenggara negara yang menerima gratifikasi segera melaporkan kepada KPK. Kewajiban melapor ini tertuang dalam pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top