Ruslan Buton Merasa Jadi Korban Pembunuhan Karakter

publicanews - berita politik & hukumRuslan Buton (baju putih) saat dibawa ke Bareakrim Mabes Polri. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tersangka ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ruslan Buton, merasa menjadi korban pembunuhan karakter. Terutama menyangkut soal statusnya yang banyak disebut sebagai pecatan Kapten TNI AD.

"Ini adalah kriminalisasi atau pembusukan kepada masyarakat terhadap isi rangkaian kalimat sastra Ruslan," kata pengacara Tonin Tachta dalam keterangan tertulis, Senin (1/6).

Menurut Tonin, stempel 'pemecatan', pembunuhan terhadap La Gode, merugikan kliennya karena tidak diberitakan secara utuh. Pengacara yang juga menangani Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen ini menjelaskan, kasus pidana yang pernah menjerat kliennya tidak dijelaskan secara rinci.

Ruslan Buton Pengancam Jokowi Tolak Teken Surat Penahanan

Tonin menegaskan bahwa La Gode bukan dibunuh dalam statusnya sebagai petani. Melainkan saat itu anggota TNI sedang menjalankan tugas terhadap pencuri atau penyerang kantor TNI.

Soal pemecatan Ruslan, Kepala Penerangan Komando Resimen Militer (Kapenrem) 143/Kendari Mayor Sumarsono memastikan yang bersangkutan dipecat secara tidak hormat lewat sidang di Pengadilan Militer Ambon pada Juni 2018. Pangkat terakhir Ruslan adalah Kapten Inf dan berdinas di Yonif RK 732/Banau.

Menurut Sumarsono, Ruslan terlibat pembunuhan terhadap seorang petani bernama La Gode pada 27 Oktober 2017. Selain dipecat Ruslan juga dihukum penjara 1 tahun 10 bulan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top