Corona Problem Dunia, BPIP Minta Tak Perlu Pemakzulan Jokowi

publicanews - berita politik & hukumKepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. (Foto: jogpaper)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan dampak pandemi Covid-19 juga dialami bangsa lain di dunia. Bahkan berbagai negara kewalahan menghadapinya. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, itu mencontohkan Amerika Serikat.

"Saya tegaskan kembali, siapapun pemerintahnya itu akan dihadapkan pada pengalaman baru, tidak mudah. Tadi saya kasih contoh Amerika saja kesulitan," ujar Yudian dalam dialog memperingati Hari Lahir Pancasila di di TVRI, Senin (1/6).

Ia meminta tidak ada saling menyalahkan, justru sebaliknya masyarakat diminta bergotong royong dan rukun bersama menghadapi pandemi. Apalagi Covid-19 telah memberi dampak ekonomi berupa krisis sosial di tengah masyarakat.

Pandemi corona, ia menambahkan, berdampak langsung pada ekonomi, seperti PHK dan seterusnya. "Selanjutnya apa? Di sini akan menimbulkan krisis sosial, jadi ada upaya-upaya di bawah itu yang seperti tidak sabar. Seperti merasa paling mampu, jadi menyalahkan pemerintah," katanya.

Yudian menyoroti adanya pembahasan mengenai pemakzulan. "Bahkan sampai mohon maaf saya ini, ada rencana sampai membahas tentang impeachment. Ini kan sebetulnya tidak perlu. Mengapa? Karena pemerintah sudah melakukan berbagai langkah. Jadi siapapun yang memimpin itu juga akan mengalami hal yang sama," Yudian menjelaskan.

Ia agaknya merujuk pada rencana diskusi di UGM Yogyakarta. Namun, Yudian tidak menyebutkan pihak yang ia maksud telah membahas upaya pemakzulan Jokowi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top