UPN Minta Tunda Penarikan Dekan yang Pernah Pecat Terawan

publicanews - berita politik & hukumMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Foto: setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengirimkan surat penarikan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta Prijo Sidipratomo. Terawan beralasan keahlian Prijo sebagai dokter spesialis radiologi dibutuhkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Kemenkes.

Rektor UPN Veteran Jakarta Erna Hernawati mengatakan akan mengirim surat balasan agar penarikan Prijo ditunda hingga program akreditasi rampung pada 2021. Masa jabatan Prijo berakhir pada 2022.

Erna menjelaskan pergantian dekan membutuhkan waktu karena harus melalui rapat senat, yang tidak bisa dilakukan dengan cepat. “Penggantian dekan tidak bisa secepat itu, apalagi sekarang sedang Covid-19,” kata Erna dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Prijo pernah menjabat Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 2015-2018. Salah satu rekomendasi MKEK IDI pada 23 Maret 2018 yaitu menjatuhkan sanksi pemecatan kepada Terawan karena terapi Intra-Arterial Heparin Flushing.

MKEK IDI menyatakan metode cuci otak belum terbukti secara klinis. Bahkan mereka menilai Terawan melanggar prinsip Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Terawan yang saat itu menjabat Direktur RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dicabut keanggotaan dari IDI selama 12 bulan, termasuk mencabut izin praktik dokter spesialis radiologi.

Namun, Terawan tidak pernah datang dalam sidang etik IDI. Sanksi itupun tidak terlaksana. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top