Demokrat Prediksi Dua Partai Islam Hilang Jika PT 7 Persen

publicanews - berita politik & hukumKetua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: Twitter/@AndiArief__)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Demokrat tidak mempersoalkan usulan parliamentary treshold (PT) alias ambang batas parlemen sebesar 7 persen. Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief lewat cuitannya di akun Twitter, Minggu (31/5).

"Soal ide PT 7% DPR bagi partai Demokrat tak masalah, sejak 2004 -2019 7-20% juara," Andi mencuit lewat @AndiArief__, Minggu siang.

Namun, aktivis 98 yang pernah menjabat staf khusus bidang sosial di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memprediksikan akan berdampak pada partai berbasis agama.

"Persoalannya adalah ceruk partai berbasis agama itu 30 persen belum berubah. Sangat mungkin terjadi dua partai Islam hilang," ujar Andi tanpa menyebut kedua partai yang ia prediksi tersebut.

Andi kemudian mengingatkan bahwa pluralisme seharusnya memberikan kemudahan bukan sebaliknya. "Pluralisme itu memberi tempat dengan kemudahan, bukan membunuhnya".

Penolakan ambang batas 7 persen sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa. "Jadi threshold itu adalah kartel parlemen dan presidential threshold adalah kartel presiden," katanya, kemarin.

Hal senada disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Ambang batas itu hanya akan menguntungkan partai menengah ke atas. Ia akan memperjuangkan agar tetap di angka 4 persen.

Diketahui usulan ambang batas batas 7 persen dimaksudkan untuk menyederhanakan jumlah partai politik di parlemen.

"Jadi kalau (di Pemilu 2019) 4 persen saya mengusulkan 6-7 persen ke depan. Itu usulan yang sangat bagus menurut saya," kata Ketua MPR Bambang Seoesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa bulan lalu.

PDIP pernah menyampaikan ambang batas tersebut 5 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top