Sentil Ngabalin, Refly Harun Ungkap Gaji Stafsus dan Komisraris

publicanews - berita politik & hukumRefly Harun. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun lewat kanal YouTube blakblakan mengungkap gajinya saat menjadi staf khusus menteri dan sebagai komisaris BUMN.

Refly pernah empat bulan menjadi Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Komisaris Utama PT Pelindo I.

"Waktu saya menjadi staf khusus Menteri Sekretaris Negara penghasilan saya, gaji, tunjangan, dan lain sebagainya Rp 25 juta per bulan," katanya dalam video bertajuk 'Ngeri-ngeri sedap!!! Jabatan Rangkap dan Empuk Punggawa Istana', Kamis (28/5).

Ģaji yang ia terima pada 2015 itu masih ditambah rumah dinas dan mobil dinas sekelas Toyota Camry dan Nissan Teana. 

Ia juga mengungkapkan besaran gaji saat menjabat komisaris BUMN sebesar ratusan juta rupiah per bulan.

"Bisa saja ratusan, tergantung BUMN-nya. Kalau BUMN bank, Pertamina, Telkom bisa saja ratusan (juta)," ujar Refly Harun.

Usai memaparkan besaran gaji tersebut, Refly menyampaikan alasan mundur sebagai komisaris utama BUMN karena ingin lebih mendapat kebebasan. "Saya resmi mengundurkan diri," katanya.

Refly kemudian membacakan isi sebuah artikel mengenai Ali Mochtar Ngabalin. Diketahui Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden itu juga merangkap Komisars Utama PT Pelindo III.

"Ngabalin tak pernah bertanya kepada sang istri berapa duit yang masuk dari AP 1 rekeningnya," ujar Refly Harun mengulang artikel yang dibacanya. Ia sambil tersenyum berkata, "Wah biasa ya. Biasanya enggak mau terus terang ya. Baik sekali Pak Ngabalin ya."

Refly kemudian menyentil bahwa Ombudsman pernah mengusulkan single sallary system bagi pejabat. "Jadi jangan dobel, kan sama-sama uang negara. Sana ngambil, di sini ngambil," ujarnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top