Kapten Ruslan Pengancam Jokowi Mundur Dipolisikan

publicanews - berita politik & hukumKapten Ruslan Buton. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Panglima Serdadu eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton dilaporkan ke Bareskrim Polri. Ruslan membuat ancaman terbuka terhadap Presiden Jokowi untuk mundur atau revolusi.

"Kabarnya sdh ada yg resmi melaporkan hari ini kekepolisian, semoga yg bersangkutan bisa diambil keterangan & didalami motifnya termasuk tes uji identik kesamaan suara rekaman yg beredar,sangat berbahaya bila dibiarkan ditengah masy. sdg mengalami musibah corona," cuit politikus PSI Muannas Alaidid melalui akun Twitter @muannas_alaidid, Jumat (22/5) malam.

Dalam surat terbukanya, eks prajurit dengan pangkat Kapten TNI itu mendesak Jokowi mundur sebagai presiden. “Bila tidak mundur, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ruslan menuturkan adanya ancaman bangsa akan pecah bahkan akan jatuh ke tangan Tiongkok yang komunis. “Sebelum kedaulatan negara benar-benar runtuh dan dikuasai asing terutama Cina Komunis,” ujarnya.

Ia menuding ketikdakmampuan Jokowi memimpin bangsa. "Di era kepemimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal," ujarnya.

Ruslan juga menyebutkan Jokowi telah tersandera oleh kepentingan elit politik. "Sekali lagi saya ingatkan hanya ada satu solusi demi menyelamatkan bangsa, saudara harus legowo mundur dari tahta kepresidenan," ujarnya dalam video 4 menit 12 detik itu.

Pengamat intelijen, Pertahanan, dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro meminta agar ditelisik orang di belakang Ruslan Buton sehingga muncul video tersebut.

"Saya melihat ada agenda tertentu yang sedang direncanakan. Kan di Pilpres 2019 kemarin dia pendukung 02, jadi tak menuntut kemungkinan memang ada skenario-skenario tertentu untuk menciptakan ketidak-stabilan keamanan nasional," kata Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS).

Pria yang disapa Simon itu menambahkan, selain sangat politis, ancaman itu sangat tidak elok di tengah bangsa Indonesia yang tengah berjuang mengatasi musibah pandemi covid-19.

Sementara itu, linimasa Twitter, Jumat ini diramaikan dengan tagar #JokowiSilakanMundur. Sudah 14.800 cuitan warganet. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top