Tanpa Sebut Said Didu, Luhut Tegaskan Setiap Ucapan Ada Konsekuensinya

publicanews - berita politik & hukumMenko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumut, 27 Februari 2018. (Foto: Dok Humas Pemprov Sumut)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunggah tulisan panjang di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Kamis (9/4).

Purnawirawan Jenderal TNI itu mengawali tulisannya dengan menyampaikan 30 tahun hidupnya ia abdikan di dinas militer. Ia berkali-kali terjun di medan perang mempertaruhkan nyawa demi bangsa.

Masuk pada inti curahan hatinya, Luhut yang pernah menjabat Menko Polhukam itu menyayangkan tindakan sejumlah pihak yang memperkeruh situasi di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Serangan-serangan yang tak berdasar dan malah mengarah ke personel atau pribadi orang lain," kata Luhut yang juga Plt Menteri Perhubungan itu.

Ia mengaku tidak memiliki keinginan untuk membungkam kritik. "Bagi saya kritik adalah motivasi terbesar sebagai pejabat negara dalam merumuskan kebijakan yang bermanfaat," ujarnya.

Diancam Akan Dipolisikan, Said Didu Surati Luhut

Kritik, ia menambahkan, harus berdasar fakta dan data serta berani mempertanggungjawabkan. "Bahwa setiap tindakan pasti ada konsekuensinya," ia mengingatkan.

Luhut mengajak masyarakat bertanggung jawab atas ucapan yang bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

"Jika kita berani mengucapkan dan melakukan suatu hal, mengapa kita tidak punya keberanian yang sama untuk mempertanggungjawabkannya?" ujar Luhut dalam tulisan 7 halaman itu.

Sepanjang tulisan, Luhut tak menyebut siapa pihak yang menyerangnya. Bahkan ia sama sekali tidak menyebut-nyebut nama mantan Sekretaris BUMN Said Didu.

Diketahui Luhut melalui juru bicaranya mengancam akan memperkarakan Said menyusul unggahan video di YouTube pada 31 Maret 2020 dengan judul MSD: Luhut hanya pikirkan uang, uang, dan uang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top