Obituari

Pernah Kritisi Soal Papua, Jokowi Puji Glenn Fredly

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Glenn Fredly. (Foto: Instagram/@jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa atas kepulangan musisi sekaligus aktivis Glenn Fredly. Jokowi menyebut pelantun Kasih Putih itu selain sebagai pencipta lagu dan penyanyi, juga seorang aktivis.

"Sosok yang menginspirasi anak-anak muda di Tanah Air, terutama para pemusik. Karena dedikasinya pada seni yang begitu luas dalam menciptakan lagu, penyanyi serta aktivis. Kepergian Glenn Fredly adalah kehilangan besar bagi dunia musik bangsa ini," tulis Jokowi di akun instagramnya, Kamis (9/4).

Menurut Jokowi, mendiang Glenn akan selalu dikenang lewat karyanya yang abadi. "Saya dan keluarga menyampaikan duka cita yang dalam kepada keluarga besar mendiang Glenn Fredly juga kepada seluruh insan musik Indonesia. Glenn Fredly telah berpulang tapi karyanya akan tetap abadi dan kita nikmati," Jokowi menambahkan.

Selain sebagai musisi, Glenn dikenal lewat kiprah memperjuangkan hak asasi manusia, terutama untuk kawasan Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku.

Saat mengisi Syncronize Festival 2019, Glenn bahkan menangis di atas panggung. Ia menyatakan pesan politiknya bahwa orang Papua bukan orang jahat.

Ia juga menuliskan pesan lewat akun Instagram kepada Presiden Jokowi mengenai masalah Papua.

"...Tolong hentikan pendekatan militeristik serta bebaskan para tahanan politik seperti yang bapak inginkan dan juga yang pernah bapak sudah lakukan sebelumnya membebaskan para tahanan politik Maluku maupun Papua," tulisnya pada 24 September 2019.

Glenn berharap Jokowi melakukan pendekatan dialog yang inklusif atas dasar kemanusiaan dan cinta kasih.

Kegelisahannya menyikapi perkembangan politik di Papua juga ia ungkapan lewat tulisan panjang dengan judul Amnesty for prisoners of conscience is urgent.

"Saya yakin bahwa Presiden Jokowi akan menjalankan pidatonya untuk membebaskan dan memberikan amnesti kepada semua tahanan politik di Papua dan Maluku dalam waktu dekat. Jadi ketika dia ditanya 'siapa yang ada di penjara?' dia dengan percaya diri dapat mengatakan bahwa Indonesia tidak lagi memiliki tahanan politik di sana," tulis Glenn Fredly.

Glenn Fredly tutup usia di RS setia Mitra Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (8/4), pukul 18.00 WIB. Produser film Cahaya dari Timur: Beta Maluku itu diketahui mengidap penyakit meningitis atau radang otak.

Kepergian Glenn di usia 44 tahun terasa mendadak karena Minggu (5/4) masih mengunggah video romantis di hari ulang tahun sang istri Mutia Ayu.

Glenn juga masih dalam bulan-bulan bahagia karena kelahiran sang buah hati pada 28 Februari 2020, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya09 April 2020 | 12:33:51

    Satu lg musisi berbakat indonesia yg bertalenta dan berjiwa demokratis telah mendahului kita, semoga bakat serta kreasi nya akan abadi dan arwahnya tenang di alam kuburbya... Amin.

    R.I.P Glend 😥

Back to Top