Politikus Demokrat Sindir Said Didu Takut Luhut dan Ngeles

publicanews - berita politik & hukumSaid Didu (kanan). (Foto: uzonew)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus Partai Damokrat Ferdinand Hutahaen nimbrung mengomentari perselisihan antara Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan matan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Ferdinand mengomentari surat Said yang dikirimkan kepada Luhut menyusul ancaman mempidanakannya bila dalam 2x24 jam tidak meminta maaf. Kasus ini berkaitan dengan video Said bertajuk MSD: Luhut hanya pikirkan uang, uang, dan uang.

Said dalam suratnya menyampaikan empat hal sebagai klarifikasi atas videonya yang membuat Luhut tidak happy. Ferdinand kemudian memberikan tiga pandangan terhadap 4 poin tersebut.

Lewat akun Instagram @ferdinand_hutahaean, ia menyinggung klarifikasi Said yang menyatakan pendapatnya merupakan bagian dari analisis kebijakan pemerintah yang cenderung mengutamakan penyelamatan ekonomi daripada penanggulangan virus Corona.

"Point 2.a. mengalihkan tuduhan tendendius dr pribadi LBP menjadi kritik kebijakan Pemerintah. (Dari fitnah, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian kepada pribadi berubah jadi kritik pada pemerintah)," tulis Ferdinannd, yang permah menjabat Ketua Departemen Hukum Partai Demokrat.

Kemudian, pernyataan Said Didu yang menyebut LBP telah menjalankan tugasnya karena lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi. Bagi Ferdinand, penjelasan Said Didu justru mengisyaratkan ketakutan setelah mengkritik LBP hanya mementingkan uang.

"Point 2.b bentuk ngeles/ketakutan tak bertanggung jawab setelah sebelumnya kata 'Di Kepala Luhut' menjadi pembenaran bahwa yang dilakukan itu adalah pekerjaan atau tupoksi LBP sebagai Menko Marimves," Ferdinand menjelaskan.

Poin ketiga, tulis Ferdinand, tentang pendapat Said Didu yang meluruskan pernyataannya Sapta Marga. Said Didu menuliskan, "Pernyataan saya terkait Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa 'semoga terbersit kembali sapta marga' merupakan harapan kepada Bapak sebagai Purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa dan negara".

Hal itu, bagi Ferdinand, merupakan dalih untuk meredam panasnya LBP sebagai purnawiran jenderal yang disangsikan soal sumpah Sapta Marga.

"Point 3 Berharap kepada LBP bukan melawan lagi. Kirain akan melawan dan tidak kirim surat yang isinya ngeles ala bajaj," Ferdinand menambahkan.

Said Didu mengirimkan surat kepada Luhut pada Selasa (7/4) setelah videonya di YouTube pada 31 Maret 2020 bakal diperkarakan. Said diberi tenggat waktu 2x24 jama sejak Kamis (2/4) untuk meminta maaf.

Sementara itu, Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, Rabu ini mengatakan akan melanjutkan kasus tersebut ke polisi.
(feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top