Diancam Akan Dipolisikan, Said Didu Surati Luhut

publicanews - berita politik & hukumSaid Didu. (Foto: Twitter/@msaid_didu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Memasuki batas 2x24 jam, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengirimkan surat kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Said mengatakan pada Selasa (7/4) pukul 11.00 WIB surat sudah diterima di kantor Luhut.

Ia tidak secara tegas menyampaikan pernyataan permintaan maaf, seperti yang diminta Luhut menyusul video bertajuk 'MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang'.

"Saya pikir dengan penjelasan saya, Pak Luhut, saya paham beliau intelektual, pasti memahami makna pernyataan saya dalam video tersebut dari kata per kata," kata Said Didu dalam keterangan persnya, Selasa sore.

Tentang ancaman Luhut akan memperkarakannya, Said berargumen hanya mengkritik pemerintah dan menyatakan negara melindungi kebebasan berpendapat. "Sebagai warga negara, semua warga dilindungi undang-undang untuk kebebasan berpikir dan berpendapat," ujarnya.

Berikut beberapa poin penjelasan Said terhadap isi video yang dipersoalkan Luhut.

1. Video yang berjudul Luhut: Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang adalah ulasan analisis tindak kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi corona COVID-19.

2. Pernyataan saya yang menyatakan bahwa Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari seluruh analisis tersebut yang maknanya adalah:

a. Kebijakan pemerintah saat ini lebih, saat saya merekam video tersebut lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak Pandemi Corona secara langsung.

b. Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Bapak Luhut B. Panjaitan lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas bapak.

3. Pernyataan saya terkait dengan Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa semoga tebersit kembali Sapta Marga, merupakan harapan saya kepada bapak sebagai purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa dan Negara.

4. Sebagai tambahan informasi bagi bapak, keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi dan semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban anak bangsa dalam mengembangkan sistem kehidupan bangsa dan Negara yang demokratis, peduli dan kritis kepada setiap aparatur Negara agar dalam mengambil kebijakan dan langkah-langkah selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju dan makmur.

Diketahui Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, mengancam akan melaporkan Said Didu ke polisi menyusul video yang diunggah pada 31 Maret 2020. Pada Kamis (2/4), Jodi memberi tenggat waktu 2x24 jam agar Said Didu meminta maaf.
(feh)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. de'fara @shahiaFM08 April 2020 | 18:36:59

    Kl blm juga memenuhi kriterua perminta maaf, lapirkan saja ke pihak polisi.

  2. Anak Gaul @gakasikah08 April 2020 | 11:55:42

    kapokmu kapan. nagis juga to?

Back to Top