Jokowi Akan Disalahkan Jika Tidak Segera Berlakukan Karantina Wilayah

publicanews - berita politik & hukumKonsultan politik Denny Januar Ali. (Foto: kontan.co.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Melalui serial memenya, konsultan politik Denny Januar Ali menyarankan Presiden Jokowi segera memberlakukan karantina wilayah. Menurutnya, karantina merupakan satu-satunya cara agar virus Corona tidak semakin menyebar ke aneka daerah.

"Apalagi akan ada arus mudik menjelang puasa dan Lebaran," kata Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).

Menurut Denny, Indonesia tak mengenal istilah lockdown. Tapi Indonesia mempunyai konsepnya sendiri, yakni karantina wilayah. Itu diatur dalam UU 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Masalahnya karantina wilayah itu kewenangan pemerintah pusat. Namun kini daerah mulai banyak mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi wilayahnya. Misalnya, Solo, Bali, Tegal, Papua dan Maluku," ujar Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) itu

Pemda yang berinisiatif menerapkan karantina, Denny menambahkan, bertindak tak sesuai aturan. Tapi persepsi publik memihak mereka. Kebijakan pemda itu justru dianggap peduli.

Denny mengatakan jika Jokowi terlambat bertindak menerapkan karantina wilayah dan penyebaran virus corona memburuk, sejarah akan menyalahkan Jokowi.

Ia mencontohkan Amerika Serikat dan Italia mengalahkan Cina dari sisi angka terpapar virus di AS dan angka kematian di Italia. Salah satu penyebabnya karena pemerintah pusat dianggap lambat memberlakukan sejenis karantina wilayah.

"Kita jangan mengulangi kisah buruk Amerika Serikat dan Italia. Apalagi kesiapan sistem dan peralatan kesehatan kita tak sebaik dua negara itu," Denny menjelaskan.

Yang penting, lanjut Denny, harus ada aturan bahwa arus uang dan barang tetap lancar. Jokowi jangan berhenti di tingkat imbauan, melainkan membuat aturan yang memberikan sanksi hukuman fisik atau denda.

"Tak cukup hanya imbauan. Suasana emergency menginginkan lebih," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya29 Maret 2020 | 21:22:43

    Sepakat, karena kesadaran rakyat indonesia masih rendah, jadi butuh waktu yg lama dan korban akan berjatuhan terus menerus.

Back to Top