Pemerintah Sebut Hoaks Informasi Larangan Keluar Rumah 28 Maret

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (Foto: setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemerintah memastikan pesan berantai yang melarang masyarakat untuk keluar rumah pada Sabtu (28/3) adalah kabar bohong alias hoaks.

Dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp itu bahwa hal buruk akan terjadi karena penularan wabah virus Corona berada di puncaknya.

"Memang ini teror informasi. Ada yang tidak ingin ada ketenangan di negara ini, yakni pihak yang membikin hoaks," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan pers, Jumat (27/3) malam.

Ia memastikan tak akan ada dampak buruk apabila masih ada masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah mulai 28 Maret. Yuri menilai larangan beraktivitas di luar rumah tidak masuk akal.

"Tidak mungkinlah. Pesan itu bisa membikin tertawa sendiri. Dasarnya apa virus bisa menentukan tanggal 28 Maret? Setahu saya virus tidak sekolah dan tidak bisa membaca kalender," ujarnya, berseloroh.

Menurutnya, ciri-ciri berita hoaks sudah terlihat dalam penggunaan kalimat yang ada di dalam pesan tersebut. Salah satu kalimat bernada hoaks yakni 'Jangan abaikan pesan ini.'

Yuri yakin masyarakat sudah semakin cerdas dan tidak mudah termakan hoaks. Cara terbaik untuk melawannya yakni dengan tidak meneruskan kabar palsu tersebut.

"Langsung delete saja. Tidak ada ruginya men-delete langsung pesan seperti itu," ia menegaskan.

Berikut isi pesan berantai tersebut. "Baru saja mendapat info dari Ahli Virus dan Dokter ini:

Mulai besok weekend, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai.

Tanggal inkubasi (14 hari) telah tiba. Dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya.

Banyak orang bersin, batuk, dan orang lain bisa tertular, jadi sangat penting utk tetap di rumah, tidak brhubungan/ bertemu dengan orang lain. Sangat berhati-hati adalah sangat penting.

Dari 28 Maret hingga 4 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu..."
(imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah29 Maret 2020 | 20:36:58

    bener bener ya orang orang ini. jaman gini masih aja bikin hoax. dobel loh dosanya. banyak banyak berdoa loh. Disumpahin banyak orang

Back to Top