Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer Tuai Kritik

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Facebook/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritisi rencana pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 72 miliar bagi influencer media sosial. Pemerintah berniat lewat para pembujuk ini bisa menggenjot jumlah wisatawan asing di tengah wabah virus Corona.

Mardani mempersoalkan transpaansi anggaran tersebut dan kejelasan dari alat ukur serta keberhasilannya. Termasuk tujuan tempat wisata yang mendapaat prioritas pemerintah.

"Tanpa konektivitas dan kedalaman experiencing kita tidak punya diferensiasi hingga walau dikerahkan influencer tetap stand out among the crowd," katanya dalam pesan singkat, Rabu (26/2).

Kritik juga datang dari anggota DPR Fadli Zon. Ia menyebut upaya tersebut tidak akan maksimal. Ia mengingatkan pemerintah sebelum mengucurkan anggaran tersebut.

"Salah mendiagnosa akhirnya bisa salah resep. Gitu lho. Kalau orang salah diagnosa, akan salah resep," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu siang.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, saat ini yang seharusnya dilakukan adalah menciptakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bebas dari virus Corona bukan dengan membayar influencer untuk menghadapi dampak virus mematikan di banyak negara itu.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno senaga dengan Fadli. Ia mengatakan APBN tengah sulit sehingga perlu adanya kualitas belanja. "Semua harus terukur di tengah kesulitan APBN dan harapan meningkatkan kualitas belanja," katanya.

Langkah pemerintah membayar influencer untuk menangkal dampak virus Corona itu akan dinilai kurang bermakna bila tidak dilakukan secara terukur. Menurut Hendrawan, pencitraan sangat penting tetapi sifatnya hanya kontemporer.

Seperti diketahui, untuk mengatasi dampak penyebaran virus corona dan antisipasi melemahnya industri pariwisata, pemerintah memeluncurkan beberapa insentif, termasuk menyediakan anggaran untuk influencer.

Adapaun anggaran promosi pariwisata sebesar Rp 103 miliar, untuk kegiatan turisme sebesar Rp 25 miliar, dan anggaran influencer berjumlah Rp 72 miliar.

Kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan alokasi tambahan untuk maskapai dan agen perjalanan senilai Rp 298,5 miliar, diskon dan intensif mencapai Rp 98,5 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top