Kabareskrim dan Singapura Berbantah Soal Buron Honggo Wendratno

publicanews - berita politik & hukumHonggo Wendratno. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit tidak mempedulikan bantahan Pemerintah Singapura soal keberadaan buron kasus korupsi kondensat Honggo Wendratno.

"Ya nanti lihat saja, tunggu waktunya. Oke?" kata Listyo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/2).

Pemerintah Singapura melalui laman Facebook Singapore Embassy in Jakarta, menegaskan bahwa Honggo Wendratno tidak berada di wilayah Singapura.

"Menurut catatan imigrasi kami, Honggo Wendratno tidak di singapura. Ini telah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia pada beberapa kesempatan sejak 2017. Tidak ada catatan Honggo memegang residensi tetap singapura," begitu bunyi pernyataan Kemenlu Singapura, seperti tampak siang ini.

Sebelumnya, Listyo di hadapan Komisi III DPR menyatakan Hendro diduga berada di Singapura. Penyidik tengah berupaya mengembalikan Honggo ke Indonesia.

"Kami menduga bahwa yang bersangkutan sampai saat ini bersembunyi di Singapura," ujar Listyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu pekan lalu.

Listyo pun mengungkapkan kesulitan berkoordinasi dengan Pemerintah Singapura. "Mereka bisa membantu apabila status dari tersangka HW sudah mendapatkan keputusan hukum yang inkrah," ujar mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu.

Menurutnya, berkas Honggo sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sidang akan dilakukan secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa.

Honggo Wendratno merupakan tersangka kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penjualan kondensat. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menaksir kerugian negara dalam kasus ini sebesar 2,716 miliar dolar AS.

Kasus ini diduga melibatkan pejabat SKK Migas, Kementerian ESDM, dan PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI). (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top