Virus Corona

Jokowi Tak Ingin Tergesa-gesa Evakuasi ABK Diamond Princess

publicanews - berita politik & hukumWNI ABK kapal pesiar Diamond Princess minta segera dievakuasi ke Tanah Air, Selasa (26/2). (Foto: ABC)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal belum dievakuasinya WNI anak buah kapal Diamond Princess yang kini bersandar di Yokohama, Jepang. Jokowi mengatakan keputusan evakuasi harus dilakukan setepat mungkin.

"Hati-hati, berhitung dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita didesak-desak. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Endak. Harus tepat. Seperti di Natuna yang kemarin," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Menurutnya, evakuasi WNI di Jepang jangan malah membawa dampak negatif bagi 267 juta penduduk Indonesia.

"Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dihitung, dikalkulasi semuanya. Hati-hati. Saya selalu pesan pada Menko, pada menteri, hati-hati memutuskan," katanya.

Ia mengingatkan wabah virus Corona sudah menjalar di banyak negara. "Dari yang dulu Wuhan, Tiongkok, kemudian masuk ke Korea juga, kemudian ada epicentrum di kapal di Jepang. Kemudian ini ada di Iran, ada di Italia. Semuanya keputusan harus hati-hati," Jokowi menambahkan.

Sebelumnya, kru kapal pesiar Diamond Princes mendesak pemerintah Indonesia agar segera mengevakuasi mereka. "Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," kata salah satu kru.

Mereka berharap dijemput menggunakan kapal, selama dua pekan perjalanan sehingga bisa kembali ke Tanah Air. Dalam kapal pesiar mewah ini terdapat 9 WNI ABK dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Jumlah ABK asal Indonesia sebanyak 74 orang.

Saat ini Pemerintah tengah mengevakuasi 188 WNI kru kapal pesiar World Dream. Mereka akan menjalani karantina dua pekan di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top