Elektabilitas Tertinggi Capres, Prabowo Pilih Fokus Jadi Menteri Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto. (Foto: Twitter/@dahnilanzar)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meraih elektabilitas tertinggi dalam survei bursa kandidat capres 2024. Lembaga survei Indo Barometer menyebutkan angka keterpilihan alias elektabilitas Prabowo mencapai 22,5 persen.

Diminta tanggapannya, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo lebih fokus bekerja sebagai anak buah Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Kabinet Indonesia Kerja (KIK).

"Beliau hanya ingin do the best buat rakyat Indonesia apa pun penilaian rakyat melalui survei-survei," kata Dahnil saat dihubungi, Senin (24/2).

Menurut Dahnil, Prabowo lebih memilih bekerja sesuai kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo sebagai menteri pertahanan. "Yang jelas sampai saat ini dan ke depan beliau ingin membantu Presiden di bidang pertahanan, agar pertahanan kita kuat dan disegani dunia," mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menambahkan.

Diketahui dalam rilisnya, Minggu kemarin, Indo Barometer memaparkan elektabilitas kandidat yang berpeluang menjadi bakal calon presiden dalam Pilpres 2024.

Responden yang sudah memiliki hak pilih dari 34 provinsi memilih Prabowo Subianto mencapai 22,5 persen. Nomor kedua yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 14,3 persen. Mantan Cawapres Pilpres 2024 Sandiaga Uno meraih dukungan 8,1 persen. Posisi keempat diduduki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebesar 7,7 persen.

Kemudian berturut-turut, Walikota Surabaya Tri Rismaharini (6,8 persen), Wakil Ketua Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5,7 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen).

Selanjutnya di posisi kedelapan ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (2,6 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,5 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (1,6 persen), Ketua DPR Puan Maharani (1 persen).

Survei dilakukan pada 9 – 15 Januari 2020 di 34 provinsi, terhadap repsonden berusia 17 tahun ke atas. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner.(feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top