Akses ke Istana Ditutup Aksi 212 Tertahan di Patung Kuda

publicanews - berita politik & hukumAksi massa 212 di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Jumat (21/2) siang. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Massa peserta Aksi 212 kecewa tidak bisa merapat ke Istana. Pendemo akhirnya tertahan di depan Gedung Sapta Pesona, terkonsentrasi di Bundaran Patung Arjuna Wiwaha, Pintu Monas Barat.

Aparat menutup Jalan Merdeka Barat di depan gedung Kementerian Pariwisata. Polisi melakukan pengamanan dengan memarkir kendaraan taktis, seperti water canoon dan barracuda.

Akhirnya, mobil komando pendemo terhenti di depan aparat keamanan yang membuat blokade dengan memasang pagar kawat berduri dan mobil barikade. “Istana seharusnya bisa dikunjungi. Katanya demokrasi," kata salah satu orator melalui pengeras suara, Jumat (21/2).

Dari mobil komando terus dilantunkan salawat dan tahlil. Orator bergantian memberikan orasi, mereka mengkritik pemerintah yang dianggap abai dalam menyelesaikan kasus korupsi.

Massa tidak hanya terdiri dari orang dewasa, melainkan juga anak dan remaja. Mereka membawa spanduk dan lambang ormas Islam seperti FPI. Beberapa yang lain membawa bendera merah-putih.

Ikut dalam aksi itu Herawaty Rinto Paeran. Wanita yang mengenakan selempang 'presiden perdamaian' dipadu baju merah dan topi berhiaskan bendera merah putih itu berada dalam kerumanan massa.

"Apa sih tuntutannya apa?" ujar wanita yang tak pernah absen dalam setiap demo di Jakarta itu. Ia setuju aksi melawan korupsi. "Korupsi enggak boleh. Masa 74 tahun (Indonesia) merdeka masih aja nyolong duit rakyat. Aku bilang sih akhlak," ujarnya penuh semangat.

Sementara itu dari mobil komando, orasi menentang korupsi lantang disuarakan. Mereka menuntut pemerintah menangkap eks caleg PDIP Harun Masiku dan menuntaskan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto mengatakan, sebanyak 2.414 personel kemanan dikerahkan dari Polri dan TNI. "Kami siap melakukan pengamanan agar berjalan tertib dan lancar," kata Heru di lokasi demo.

Aksi massa ini sempat mengundang tanggapan dari Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago. Ia menyarankan demi tidak harus di depan Istana, melainkan bisa di Gedung KPK seusia tema aksi. "Tapi, kok di Istana ya?" ia mempertanyakan.

Aksi 212 bertajuk 'Berantas Megakorupsi' diikuti sejumlah ormas Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top