Belum Perang, Mahfud MD Sudah Katakan Bakal Kalah Lawan Tiongkok

publicanews - berita politik & hukumKawsan perairan di Natuna yang saling diklaim antara Pemerintah RI dan Tiongkok. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD mengahadiri penandatanganan kesepakatan bersama pengawasan dan pengamanan pemanfaatan sumber daya ikan di Laut Natuna Utara, di Gedung Badan Keamanan Laut (Bakamla), Jakarta, Jumat (21/2).

Kesepakatan yang diteken 13 kementerian dan instansi itu untuk mempertahankan Natuna dan mengamankan wilayah itu dari aksi sepihak Pemerintah Tiongkok.

"Kita lakukan hari ini melalui kesepakatan bersama kita memperkuat kehidupan atau kehadiran negara di Laut Natuna Utara," kata Mahfud dalam sambutannya, Jumat siang.

Mantan Menteri Pertahanan itu menambahkan, Indonesia tidak akan melawan secara fisik dalam kasus sengketa wilayah perairan Natuna Utara tersebut.

"Kalau kita adu kekuatan bersenjata, yang jumlahnya lebih banyak, China (Tiongkok) besar sekali. Penduduknya 1,3 miliar pasti lebih besar kekuatannya dari Indonesia. Sehingga kalau kita hadapi secara fisik hitungan matematis ya kita bisa kalah," ujarnya.

Menurut Mahfud, meski kalah bila adu senjata tetapi ia yakin bisa menang dalam masalah perairan Natuna. "Kita punya hukum internasional, konstitusi, dan lebih dari itu Tuhan Yang Maha Kuasa," Mahfud menjelaskan.

Penandatangan kesepakatan kementerian dan instansi dihadiri 13 pejabat utama. Mereka dari Kemenko Polhukam, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kemudian, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Bakamla, PT Pertamina, Aliansi Nelayan Indonesia, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, dan Kelompok Nelayan Mandiri.

Mahfud menjelaskan, pendantangan kerja sama ini merupakan kesepakatan untuk bersinergi dalam melaksanakan tugas-tugas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau kekosongan penanganan di perairan Natuna.

Seperti diketahui, kapal nelayan Tiongkok yang dijaga kapal China Coast Guard melaut di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Perairan Natuan, Kepulauan Riau, pada awal Januari 2020. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top