Kembali Heboh, Kepala BPIP Usul Salam Pancasila Gantikan Assalamualaikum

publicanews - berita politik & hukumPenjelasan Kepala BPIP soal agama dan Pancasila. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengkritisi pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi. Lewat akun Twitternya, @msaid_didu, ia mengunggah ulang pernyataan Yudian dalam wawancaran dengan sebuah portal berita, Rabu (12/2).

"Kata Katua BPIP bhw musuh besar Pancasila adalah Agama. Kata dia juga sebaiknya Assalamualaikum diganti dg Salam Pancasila. Logika akal sehat dari 2 pernyataan tsb, justru yg memusuhi agama adalah Pak Yudian/BPIP. Makin jelas," Said Didu mencuit, Jumat (21/2).

Cuitan itu seketika mendapat respon warganet. Tak kurang 850 orang menanggapi dan 2.400 mencentang likes. Hujatan kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut tak terelakkan.

"Jangan heranlah, Pak Yudian jg melarang mahasiswinya bercadar dan ada doktoralnya yg ambil disertasi sex non marital. Ramai juga. Bapak yg satu ini memang pintar membuat kehebohan, pengalihan isu2 penting yg lg hangat," ujar pemilik akun @hanif_marsudi.

"Sy bukan profesor seperti pak Yudian tp sy tahu dan bisa menempatkan diri yg mana beragama dan mana bernegara, mana Islam dan mana Pancasila," pemilik akun @raharjokw menimpali.

Menurut politikus Partai Gerindra Fadli Zon, Yudian membuat gaduh. Ia pun menyoroti BPIP. “Lembaga ini memang layak dibubarkan,” kata Fadli Zon, dalam laman Twitternya, Jumat pagi.

Menurut Ketua BKSAP DPR ini, kegaduhan Yudian justru berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Dalam wawancara tersebut Yudian mengatakan Salam Pancasila merupakan titik temu di antara salam masing-masing agama yang ada di Indonesia.

"Kalau kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan Salam Pancasila. Saya sependapat," ujar Yudian.

Ia pun membandingkan situasi pasca reformasi. “Dulu kita mulai nyaman dengan (salam) selamat pagi. Tapi sejak reformasi diganti dengan Assalamualaikum, total. Maksudnya di mana-mana tidak masalah, ada orang Kristen, Hindu, pokoknya hajar aja,” ujarnya.

Yudian kemudian menerangkan makna dari salam sebagai permintaan izin kepada orang atau meminta kepada siapa pun untuk mendoakan agar selamat.

"Ada hadits kalau anda jalan, ada orang duduk, maka Anda harus mengucapkan salam. Itu maksudnya adaptasi sosial. Itu jaman agraris. Sekarang jaman industri digital lagi. Misalnya mau menyalip pakai mobil salamnya gimana? Pakai lampu atau klakson,” katanya.

Itu sebabnya, ia sependapat adanya salam yang bisa disepakati secara nasional yaitu Salam Pancasila. Yudian yang diangkat sebagai Kepala BPIP pada 2 Februari 2020 itu juga sempat bikin geger dengan pernyataan agama jadi musuh terbesar Pancasila. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top