Jokowi dalam Tekanan, Sampai Dilarang ke Kediri?

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Facebook/@Jokowi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua hari ini media sosial diramaikan dengan perbincangan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser bila menginjakkan kaki ke Kediri, Jawa Timur. 'Wingitnya' kota yang berjarak 120 km dari Surabaya itu tampak dari tagar #JokowiTakutKediri yang mengundang beragam respon warganet.

"Kok bapak #JokowiTakutKediri? Aa apa disana? Gk usah dengerin mitos pak. Era 4.0 masih berlaku tahayul?," pemilik akun @FaishVa mencuit, seperti terlihat Senin (17/2).

Tanggapan warganet dipicu pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyarankan Jokowi agar tidak berkunjung ke Kediri. Pramono dalam acara peresmian rusunawa di Ponpes Lirboyo, Kediri, Sabtu (15/2), mengatakan Kediri merupakan daerah 'angker' bagi presiden.

"Ngapunten (maaf), Kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," kata Pramono yang disambut tawa para tamu undangan.

Politikus PDIP itu merujuk pada peristiwa lengsernya Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur setelah mengadakan kunjungan ke wilayah Kerajaan Daha pada masa lampau itu. "Saya masing ingat, karena percaya atau tidak percaya Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo, tidak begitu lama, gonjang-ganjing di Jakarta," Pramono menambahkan.

Selain Gus Dur, BJ Habibie sempat pula ke Kediri. Meski, diketahui Gus Dur lengser menyusul kasus Bulogate, sedangkan Habibie tidak mengikuti Pilpres 1999.

Larangan ke Kediri bagi Jokowi juga mengundang respon politikus Partai Demokrat. Lewat cuitannya, Wakil Sekjen partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Andi Arief, menyebut pernyataan Pramono menunjukkan kondisi Jokwi dalam tekanan.

"Pak Pramono Anung sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan Kediri dengan pudarnya kekuasaan Pak Jokowi. Ada pesan mendalam bahwa kekuasaan Pak Jokowi sedang dalam berbagai tekanan yang tidak mudah," ujar Andi lewat akun Twitter @AndiArief_. Ia menyebutkan SBY pernah berkunjung ke Kediri saat menjabat sebagai presiden, yaitu pada 2007 dan 2014. SBY mematahkan mitos tersebut.

Mengenai mitos ini, Jokowi pun diyakini tidak mempercayainya. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Rokhmin Dahuri. “Enggaklah itu joke aja itu. Becanda. Di zaman modern begini Pak Jokowi enggak percaya begitu-begituan,” ujarnya kemarin.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Putra Putri HM-HMQ Lirboyo KH. Abdullah Kafabihi Mahrus membantah mitos presiden akan lengser bila berkunjung ke Kediri. Jika ada yang mempercayai, katanya, bisa ditangkal dengan berdoa di Masjid Setono Gedong atau berziarah ke Makam Syekh Al Wasil sebelum ke Kediri. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top