Eks Presiden ISIS Indonesia Bantah WNI Kombatan Ngebet Pulang

publicanews - berita politik & hukumEks Presiden Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) Regional Indonesia Chep Hermawan. (Foto: juaranews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Presiden Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) Regional Indonesia Chep Hermawan menyatakan WNI mantan kombatan ISIS tak ada yang berniat pulang ke Tanah Air.

"Hoaks, tidak benar mereka ingin pulang. Mereka nyaman dan betah tinggal di sana," kata Ketua Gerakan Reformis Islam (Garis) itu kepada wartawan, Sabtu (15/2).

Chep mengaku heran dengan hebohnya kabar eks kombatan ISIS ingin pulang. Ia menduga isu sengaja ditiupkan untuk pengalihan isu.

"Siapa yang meramaikan. Bisa kita nilai sendiri," ujarnya. Menurutnya, terlalu berlebihan bila para kombatan bakal menyebarkan paham radikalisme di Tanah Air.

"Mereka hanya warga yang memang ingin memperjuangkan dan ingin mati syahid. Karena bagi mereka ada dua pilihan, hidup mulia atau mati syahid," katanya.

Chep kembali memastikan tak ada dari WNI tersebut yang ingin pulang karena di Suriah sudah hidup berkecukupan. Ia membandingkan penghasilan di Indonesia dengan yang diterima di Suriah. Di kawasan konflik itu, katanya, kombatan mendapat penghasilan hingga Rp 25 juta per bulan.

"Penghasilannya besar, bisa kirim uang juga ke keluarga," ujar Chep.

Saat ini, ia menambahkan, mereka ikut mengelola kilang minyak yang ditinggalkan tentara Amerika Serikat sehingga pundi uang yang didapat tetap besar.

Chep Hermawan bernama asli Cecep Hermawan, ia pernah diperiksa Polres Cilacap, Jawa Tengah, atas klaim sebagai pemimpin ISIS Regional Indonesia dan kepemilikan sejumlah atribut ISIS.

Ia mengelak atribut sekadar titipan dari terpidana terorisme saat menjenguk pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Oman Abdurahman di Lapas Nusakambangan. Sedangkan klaim pemimpin ISIS dengan alasan agar bisa mengendalikan gerakan ISIS di Tanah Air.

Namun, pada 14 Agustus 2014 ia menyatakan melepas jabatan sebagai pemimpin ISIS regional Indonesia. Ia juga menyatakan keluar dari organisiasi yang distempel teroris itu.

Pada Pilpres 2019, Chep diketahui meminjamkan mobilnya untuk dipakai Capres Prabowo Subianto kampanye di Cianjur, Jawa Barat. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top