Istana Bela Dosen Unnes yang Diberhentikan karena Hina Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPreaiden Joko Widodo bersama cucunya Jan Ethes. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) menyesalkan pembebastugasan dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sucipto Hadi Purnomo. Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian mengatakan, keputusan pemberhentian sementara Sucipto terburu-buru karena tidak melalui proses hukum yang tepat.

Sucipto dibebastugaskan sebagai dosen karena unggahan pada Pilpres 2019 dianggap mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurur Donny, penentuan suatu pernyataan sebagai ujaran kebencian atau bukan harus melalui suatu proses peradilan.

"Saya kira kalau masih bersifat dugaan atau prasangka bahwa terjadi ujaran kebencian terlalu terburu-buru proses pembebastugasan dosen tersebut," ujar Donny kepada wartawan, Sabtu (15/2).

Sucipto sendiri menganggap unggahannya bukan hinaan terhadap Jokowi, melaunka satire. "Apakah menghina Jokowi? Itu satire," kata Sucipto soal unggahannya di akun Facebook pada 10 Juni 2019.

Berikut tulisan Sucipto: 'Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?'

Sementara itu Rektor Unnes Fathur Rokhman menjelaskan, tidak akan memberikan toleransi setiap unggahan di media sosial yang dilakukan oleh dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa yang menghina simbol NKRI dan kepala negara.

Ia menyebut ketentuan itu sudah diatur dalam UU ITE dan RKUHP dengan ancaman hukuman pidana. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top