Komisi Dakwah MUI Sebut Kombatan ISIS Tak Layak Dipulangkan

publicanews - berita politik & hukumWanita asal Indonesia menjadi korban propaganda ISIS di Suriah. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) Muhammad Cholil Nafis menilai pemerintah tidak perlu memperjuangkan pemulangan WNI eks ISIS.

"Jika secara hukum warga ISIS atau eks ISIS dari Indonesia otomatis adalah eks WNI maka tak perlu pemerintah dan kita memikirkan apalagi memperjuangkan untuk masuk ke Tanah Air," tulis Cholil lewat akun Twitternya, @cholilnafis, Jumat (7/2).

Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia yang disapa Kyai Cholil itu juga mengatakan, jika eks ISIS belum dicabut kewarganegaraan WNI-nya tetap tak perlu dipulangkan karena ada masalah hukum nasional yang harus dijalani.

"Bahkan mungkin hanya jadi penyakit ideologi yg akan mewabah di tanah air," katanya.

Menurutnya, kombatan ISIS yang tidak setia dan tak mengakui keberadaan Indonesia berdasar Pancasila maka negara tak perlu hadir menyelamatkan dan menyelesaikannya. "Biarlah kholifah dan khilafhnya yang hadir menyelesaikan urusan," ia menambahkan.

Namun, Kyai Cholil mengecualikan bagi anak-anak. "Kecuali anak-anak jika masih bisa diselamatkan perlu dipertimbangkan," ujarnya.

Diketahui ada 600 WNI yang kini terdampar di penampungan pengungsi di Suriah bersama sekitar 70 ribu warga negara lain. Mereka merupakan kombatan yang ingin menegakkan negara Islam di Irak dan Suriah. Tercatat sekitar 47 WNI tersebut bertatus tahanan.

Polemik WNI eks ISIS mengemuka setelah Menteri Agama Fachrul Razi menyebut BNPT akan segera memulangkan mereka. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah masih mengkaji perlu tidaknya pemulangan ratusan WNI tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top