5,2 Juta Nasabah Jiwasraya Rakyat Bawah, PKS Ngotot Bentuk Pansus

publicanews - berita politik & hukumDiakusi Polemik Trijaya FM soal Perusahaan Asuransi Jiwasraya di Kebun Sirih, Jakarta, Sabtu (19/1). (Foto: publicanews/edi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ngotot perlu dibentuknya Pansus Jiwasraya. Salah satu alasannya, perusahaan pelat merah itu memiliki 5,2 juta nasabah dari kalangan masyarakay bawah.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati dalam diskusi di kawasan Kebun Sirih, Jakarta, Sabtu (19/1).

Menurut Anis, penyelesaian kasus korupsi di Jiwasraya harus melibatkan antarkomisi tidak cukup satu komisi di DPR sehingga tidak cukup dituntaskan dengan pembentukan Panja (paniyia kerja).

"Ini ada persoalan hukum juga sehingga perlu melibatkan komisi III," kata Anis yang menjadi anggota Komisi XI ini.

Menurut Anis, keberadaan Pansus dipandang penting karena angka kerugian negara yang mencapai Rp 13,7 triliun.

"Dalam hal ini, negara abai karena kasus semacam ini tidak hanya terjadi di Jiwasraya tapi juga Asabri. Kemudian Taspen, Muamalat," katanya.

Diketahui, usulan pembentukan Pansus selain didorong PKS juga diwacanakan Nasdem, PKS, Gerindra, Demokrat, dan Golkar.

Namun, keberadaan Pansus ini justru dianggap akan mengganggu penuntasan kasus tersebut. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan berkaca pada kasus Bank Century maka Pansus justru mengganggu proses penegakan hukum.

"Saya malah khawatir kalau pansus terlalu dini akan dipakai untuk menggembosi penegakan hukum dan dipakai oleh para yang kemungkinan terlibat itu," kata Prastowo.

Menurut Prastowo yang diperlukan saat ini adalah sikap pemerintah atas kasus Jiwasraya. Ia menyebut langkah terpenting yaitu penyelematan nasabah sehingga tidak merembet yang bisa membuat indiatri keuangan hancur.

Saat ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan korupsi Jiwasraya pada Selasa (14/1). Yakni mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

Kemudian, Heru Hidayat sebagai pemilik Trada Alam Mineral (TRAM), dan bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.(feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top