DKPP Minta Presiden Berhentikan Wahyu Setiawan

publicanews - berita politik & hukumPlt.Ketua DKPP sekaligus Ketua Majelis Sidang Muhammad (tengah) mengetuk palu pada sidang putusan pelanggaran etik anggota KPU RI Wahyu Setiawan di Kantor DKPP, Jakarta, Kamis (16/10. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara pemilu untuk memutuskan nasib eks komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

Plt Ketua DKPP Muhammad selaku pemimpin sidang membacakan putusan di akhir sidang, setelah pembacaan amar putusan oleh anggota DKPP yakni Ida Budhiati dan Teguh Prasetyo. DKPP memutuskan mengabulkan pengaduan para pengadu untuk seluruhnya.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Wahyu Setiawan selaku anggota KPU RI sejak putusan ini dibacakan," kata Muhammad di Ruang Sidang DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Dalam keputusan itu, DKPP meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan putusan tersebut paling lambat tujuh hari sejak putusan tersebut dibacakan. Bawaslu juga diperintahkan untuk mengawasi pelaksanaan putusan DKPP.

Dalam sidang ini, Wahyu Setiawan tidak hadir. KPU sebagai pihak terkait yang hadir antara lain Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU yaitu Hasyim Asyari, dan Viryan.

Kemudian, Bawaslu dihadiri antara lain Ketua Bawaslu Abhan, anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dan Rahmat Bagja.

Putusan DKPP itu akan menjadi dasar KPU untuk mengajukan pengganti Wahyu kepada Presiden Joko Widodo. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top