Ini Alasan PDIP Adang Penyidik KPK di Menteng

publicanews - berita politik & hukumSekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) menyampaikan pembentukan tim hukum merespons kasus dugaan suapKomisioner KPU Wahyu Setiawan dan politikus PDIP Harun Masiku di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (15/1). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Penyidik KPK gagal menyegel ruangan di kantor DPP PDIP, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1). Rencana penyegelan dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Tim penyidik KPK mendapat adangan sejumlah petugas pengamanan di kantor banteng itu.

Dalam OTT itu, uang suap yang berjumlah Rp 900 juta diduga berasal dari eks caleg PDIP Harun Masiku. Kasus itu juga menjerat staf Sekretariat PDIP. Usai OTT, Tim penyidik KPK bergerak menyegel ruang kerja Wahyu di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta juga berencana melakukan hal serupa di kantor DPP PDIP.

Ketua Tim Hukum DPP PDIP I Wayan Sudarta mengatakan, saat itu PDIP tidak menghalang-halangi KPK melakukan penggeledahan. Namun, ia beralasan bahwa tim KPK tidak menyertakan surat izin penggeledahan.

"Kami disebut menghalang-halangi penggeledahan, wong dia enggak bawa surat penggeledahan kok," kata I Wayan di Kantor Komisioner KPU, Jalan Iman Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Menurut I Wayan, PDIP tidak berniat membangkang atau melawan petugas penggeledahan. PDIP hanya mempersoalkan ketiadaan surat izin penggeledahan.

"Kami terpukul kalau PDIP dianggap membangkang melawan petugas penggeledahan," katanya.

I Wayan juga menjelaskan mengenai tuduhan keterlibatan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ia membantah informasi sesat tersebut. "Kok ada bocoran yang mengatakan bahwa si A (Hasto) patut diduga. Pada saat yang sama komisioner (Wahyu Setiawan) mengatakan yang bersangkutan tidak terlibat," I Wayan menjelaskan.

Ia juga mengklarifikasi kabar pengejaran tim penyidik KPK ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). "Ada yang mengatakan (Harun Maiku) lari ke PTIK kemudian disusul kabar orangnya sudah berada di Singapura. Tapi kan terlanjur viral," kata Wayan.

Berdasar data Imigrasi Harun Masiku disebutkan bertolak ke Singapura pada Senin (6/1), sedangkan penangkapan Wahyu dilakukan pada Rabu (8/1). (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top