Dilantik Jadi Wantimpres, Wiranto Didesak Mundur dari Hanura

publicanews - berita politik & hukumWiranto saat dilantik menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dilantik menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Joko Widodo, Wiranto didesak untuk mundur dari jabatan pengurus partai Hanura.

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir meminta agar surat pengunduran diri Wiranto segera diterima DPP Hanura.

"DPP Hanura belum menerima surat pengunduran diri Wiranto dari jabatannya di partai, yakni Ketua Dewan Pembina," kata Inas dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (14/12).

Menurut Inas, berdasarkan UU Nomor 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden bahwa anggota Wantimpres dilarang merangkap jabatan pengurus partai.

Menurut Inas, bila surat pengunduran diri belum juga diterima paling lambat tiga bulan pasca dilantik, yakni sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 19/2006 maka Wiranto gagal disebut negarawan.

"Oleh karena itu, mari kita sama-sama menunggu dan mencermati, apakah Wiranto akan bersikap layaknya seorang negarawan atau malah sebaliknya yakni hanya sekadar petualang politik," ujar Inas.

Diketahui pada Jumat (13/12) kemarin Presiden Jokowi resmi melantik 9 orang Dewan Pertimbangan. Posisi Ketua diisi oleh Mantan Panglima ABRI Wiranto. Nama lain yaitu Ketua DPR 2004-2009 Agung Laksono, bos Mayapada Group Dato Sri Tahir.

Selain itu,,Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk Putri Kus Wisnu Wardani, politikus PPP Mardiono Bakar, bos Medco Group Arifin Panigoro, dan mantan Gubernur Jatim Soekarwo. (Han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top