Tanggapi Mahfud, KontraS Beberkan Daftar Pelanggaran HAM di Era Jokowi

publicanews - berita politik & hukumPolisi memukuli mahasiswa di depan kantor DPRD Sulawesi Selatan, Makassar, 24 September 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan tidak ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu langsung direspon Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebagai narasi yang menyesatkan.

KontraS kemudian membeberkan sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi sejak periode pertama Presiden Jokowi.

Menurut KontraS, selama Jokowi memerintah terdapat 64 peristiwa kekerasan di Papua. "Korban yang tercatat mencapai 1.218 orang yang terbagi dari korban ditangkap, luka, dan tewas," tulis KontraS dalam pernyataan resminya, Jumat (13/12).

Sementara itu, pada periode Desember 2018 hingga November 2019 terdapat 187 peristiwa pelanggaran kebebasan berekspresi. Sedangkan jumlah penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang sebanyak 1.615 orang.

Kemudian, pembubaran paksa oleh aparat mencapai 101 peristiwa. Beberapa aksi yang dibungkam itu antara lain, May Day 2019, kerusuhan 21-23 Mei, aksi mahasiswa pada 23-30 September.

KontraS juga memberi catatan adanya tindak kekerasan terhadap aktivis atau pembela HAM, serta tindakan kompromi terhadap sejumlah tokoh terduga pelanggar HAM masa lalu.

Kemarin, Mahfud MD mengatakan tak ada pelanggaran hak asasi manusia di era pemerintahan Joko Widodo. "Coba lihat di era Pak Jokowi sejak 2014 sampai sekarang tidak ada satu pun isu pelanggaran HAM," kata mantan Ketua MK itu, di kantornya. (feh)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top