Jusuf Jalla Sebut Orba Radikalisme dari Orde Lama

publicanews - berita politik & hukumJusuf Kalla saat menghadiri pengukuhan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (12/12). (Foto: nusantarapos.co.id)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa pemahaman radikalisme sebenarnya sangat luas. Tidak melulu terkait agama, kondisi negara yang berbeda dari sebelumnya pun bisa dimaknai sebagai radikalisme.

"Orde baru (orba) juga (merupakan) radikalisme dari orde lama," kata JK saat menghadiri pengukuhan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (12/12).

Dalam pidatonya itu, JK mengaku sejalan dengan pemikiran Ketua Haedar yang ingin mengubah deradikalisasi menjadi moderasi.

Menurutnya makna radikalisme seringkali bias karena dianggap sebagai pandangan dan orientasi radikal dan melahirkan banyak masalah.

"Maka sebaik-baiknya kita berpikir lebih lanjut pada moderasi yang tentu membawa jalan tengah bangsa ini sebaik-baiknya," Ia menjelaskan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menambahkan gerakan moderasi bisa diterapkan masyarakat di Indonesia.

"Karena watak dan ruang sosiologis dari masyarakat dan umat Islam yang potensial moderat," ia menuturkan.

JK menyebutkan jika setiap hari isu radikalisme terus digulirkan maka Indonesia akan dipenuhi polusi radikalisme. (imo)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top