'Gua Gebukin di Depan Anak Bininya', Andi Arief Tak Takut Henry Yoso

publicanews - berita politik & hukumAndi Arief. (Foto: Twitter/@andiarief_)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung soal Presiden Jokowi tak paham Pancasila menyulut pertentangan politikus Demokrat Andi Arief dan wakil rakyat dari PDIP Henry Yosodiningrat.

Wakil sekjen partai besutan SBY itu keberatan dengan langkah pendiri Granat yang membawa pernyataan Rocky ke ranah hukum. Andi yang pernah menyebut Prabowo Subianto sebagai 'jenderal kardus' mengatakan, Henry sebagai bagian 'faksi otak tersingkir' dan 'preman'.

Henry kemudian mengunggah video ucapan tantangan kepada aktivis '98 itu. Henry menyampaikan gertakannya dalam acara Silaturahmi Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan yang juga dihadiri Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan.

“Makanya saya sayangkan putra daerah Lampung mencuit dalam Twitternya, mengatakan faksi PDIP sekarang menggunakan otot, meninggalkan otak sehat, makanya preman seperti Henry Yosodiningrat. Astaghfirulloh, saya sempet istighfar, gua samperin ke rumahnya, gua gebukin di depan anak bininya,” ujar Henry dalam video, seperti tampak Selasa (10/12).

Mendengar kata 'gebuk anak bini', Andi merespon dengan mengatakan akan menunggu kedatangan anggota Komisi III DPR itu. "Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi," ujar Andi yang juga berasal dari Lampung itu, lewat akun Twitter @andiarief_.

Kemarin, Henry Yoso melaporkan Rocky atas pernyataannya soal Jokowi tidak paham Pancasila ke Bareskrim Polri. Namun laporannta ditolak karena alumnus Fakultas Hukum UII Yogyakarta itu tidak mengantongi surat dari Jokowi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top