Presiden Minta Kapolri Segera Umumkan Temuan Baru Kasus Novel

publicanews - berita politik & hukumNovel Baswedan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima laporan perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Jokowi mengatakan ada temuan baru yang mengarah kepada kesimpulan untuk mengungkap kasus yang terjadi pada 11 April 2017 itu.

"Saya tanyakan langsung ke Kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak. Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan," ujar Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

Namun, Jokowi enggan membeberkan temuan baru tersebut. Ia sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Aziz segera mengumumkannya.

"Tanya langsung ke Kapolri. Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya (diumumkan) berarti dalam waktu harian. Tanya langsung ke sana," katanya.

Presiden menegaskan tidak memberi perpanjangan waktu lagi kepada kepolisian untuk mengungkap kasus itu. "Oleh sebab itu saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan," Jokowi menambahkan.

Pertemuan Jokowi dan Kapolri berlangsung pada Senin sore kemarin. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal mengungkapkan pertemuan berlangsung 20 menit.

Kepada Presiden, ujar Iqbal, Kapolri mengatakan belum bisa mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel. Kepolisian telah memeriksa 37 saksi, 114 toko bahan kimia, hingga 38 titik CCTV.

Pada 19 Juli 2019, Jokowi telah meminta Kapolri saat itu Jenderal Tito Karnavian menuntaskan kasus Novel selama tiga bulan. Tim teknis yang dibentuk Tito merupakan rekomendasi dari hasil kerja Tim Pencari Fakta selama 6 bulan, sejak awal tahun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top