Tanpa Surat Kuasa Jokowi, Laporan Henry Yoso Terhadap Rocky Ditolak

publicanews - berita politik & hukumHenry Yosodiningrat. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus PDIP Henry Yosodiningrat dibuat menunggu 4,5 jam di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Bareskrim Polri. Kegusaran menunggu berujung penolakan oleh petugas. Henry semula hendak melaporkan Rocky Gerung karena dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Laporan saya tidak bisa diterima karena saya tidak bisa menunjukkan surat kuasa dari Presiden," kata Henry di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (9/12).

Argumentasi pengacara senior itu bahwa ia tidak mewakili kepentingan hukum Presiden tetap tidak bisa diterima. Pendiri Granat ini menegaskan, laporan atas nama pribadi yang merasa sakit hati presiden dihina. "Ini hak saya sebagai warga harus melapor," Henry berargumen.

Menurut Henry, penolakan ini bisa membuat Rocky Gerung akan makin jemawa. "Dia pasti akan besar kepala dengan peristiwa ini," ujarnya.

Menurut anggota DPR Komisi III ini, Rocky akan terus mengulangi pernyataan yang berisi penghinaan kepada Jokowi. Sebagai pengacara kawakan, ia menilai ucapan Rocky pada acara ILC di TV One memenuhi unsur pasal 310 KUHP yaitu sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal.

Henry membantah tegas bila apa yang dikatakan eks dosen Filsafat UI itu sebagai kritik. "Kalau kritik bukan seperti itu caranya," katanya.

Henry akhirnya balik kanan. Padahal, ia sudah melengkapi dengan rekaman video, transkip, dan sejumlah nama ahli yang akan memperkuat pelaporannya.

Pelaporan Henry berdasarkan pernyataan Rocky yang mengatakan tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bagi Rocky, Jokowi hanya hafal Pancasila namun tak memahaminya.

"Presiden juga tak mengerti pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS,” kata Rocky saat itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top