KPK Temukan Banyak Pengusaha Keluhkan Perizinan yang Njelimet

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Agus Rahardjo. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo menyinggung banyaknya pengusaha mengeluhkan masalah perizinan yang njelimet. Untuk mengatasi hal ini, ujar Agus, diperlukan koordinasi dan supervisi yang diperkuat.

Menurut Agus, sudah benar pemerintah mengeluarkan kebijakan mendorong Online Single Submision atau OSS untuk mendorong proses perizinan yang lebih sederhana dan transparan. Dalam waktu yang bersama di daerah-daerah diluncurkan PTSP (Pelayanan Satu Pintu Terpadu), yang sudah mencapai sekitar 60 persen.

"Nah, mengsinkronkan OSS dan PTSP itu satu agenda sendiri yang cukup besar. Oleh karena itu kami sangat berharap pengawasan terhadap sinkroniasi ini agar lebih diintensifkan," ujar Agus di Gedung Penunjang KPK Merah Putih, Jakarta, Senin (9/12).

Agus mengatakan hal ini penting dilakukan agar daerah tidak mendapatkan beban tambahan. Terlebih saat ini masih banyak UU dan kebijakan sektor yang seolah-olah memberikan beban tambahan pada pelayanan perizinan.

Di kesempatan yang sama, Agus menyebut soal platform Jaringan Pencegahan Korupsi Indonesia (JAGA) yang sudah diluncurkan pada peringatan Hakordia 2016 untuk dapat terus dikembangkan.

Platform JAGA sebetulnya sudah berkembang cukup baik sehingga dapat melihat layanan pendidikan, kesehatan, Dana Desa pada pemerintah daerah masing-masing. Agus berharap JAGA dapat dimaksimalkan oleh pemerintah pusat.

"Yang kami tunggu di pusat, bu Menteri Keuangan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama bisa bergabung," kata Agus.

Ia meminta adanya komitmen setiap kementerian atau pemerintah daerah terkait hal tersebut. Pasalnya, menurut Agus. KPK tidak mampu mengerjakannya sendirian.

"Jadi itu adalah komitmenya teman-temen kementerian, teman-temen daerah untuk selalu mengupdate informasinya karena kalau dikerjakan KPK sendirian saya yakin kita tidak akan mampu. Jadi, informasinya ada di setiap kabupaten, provinsi, kota, maupun layanan-layanan publik yang ada di tengah-tengah masyarakat kita," ujar Agus. (han)


Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top