Politikus PDIP Polisikan Rocky Karena Sebut Jokowi Tidak Paham Pancasila

publicanews - berita politik & hukumRocky Gerung saat bersaksi dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, 23 April 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus PDIP Henry Yosodiningrat melaporkan pengamat politik Rocky Gerung ke Bareskrim Polri. Laporan didasarkan pada pernyataan Rocky dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne, Selasa (3/12).

"Ini dasar penghinaan kepada kepala negara ya,” kata pendiri Granat itu dalam rilisnya, Senin (9/12).

Pengacara kondang ini melaporkan ahli filsafat tersebut hari ini. "Siang ini kita laporkan ke Bareskrim," Henry menambahkan.

Anggota Komisi III DPR itu telah menyiapkan saksi ahli yang akan menegaskan bahwa ucapan Rocky sebagai penghinaan.

"Saya tidak terima kepada orang yang mengatakan Presiden tidak paham Pancasila. Saya bisa membuktikan Presiden bahwa sangat paham Pancasila,” ujarnya.

Sebut Presiden Tidak Paham Pancasila, PDIP: Imajinasi Rocky Gerung Liar

Menurut Henry, tujuan Rocky adalah mempermalukan Jokowi, terlihat dari nada dan bahasa tubuh. Mantan Dosen Filsafat UI itu, kata Henry, memenuhi unsur pidana seperti yang termaktub dalam Pasal 310 KUHP.

Dasar pelaporan yaitu pernyataan Rocky yang mengatakan tidak ada orang yang Pancasilais di Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo. Bagi Rocky, Jokowi hanya hafal Pancasila namun tak memahaminya.

"Presiden juga tak mengerti Pancasila. Dia hafal tapi dia enggak ngerti. Kalau dia paham dia enggak berutang, dia enggak naikin BPJS,” ujar Rocky saat itu.

Setelah acara ILC itu kemudian muncul #RockyGerungMenghinaPresiden ramai di Twitter. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top