Direksi Garuda yang Terlibat Penyelundupan Diberhentikan Sementara

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Seluruh direksi PT Garuda Indonesia yang terlibat skandal penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton diberhentikan sementara. Keputusan tetap akan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS) yang digelar 45 hari setelah Senin (9/12) depan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komisaris Utama Garuda Sahala Lumban Gaol usai rapat antara Dewan Komisaris dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Rapat yang berlangsung di Kantor Kementerian BUMN, Sabtu (7/12) pagi, dihadiri seluruh anngota Dewan Komisaris. Mereka adalah
Sahala, Chairul Tanjung (Komisaris), Insmerda Lebang (Komisaris Independen), Herbert Timbo P Siahaan (Komisaris Independen), dan Eddy Purwanto Poo (Komisaris Independen).

"Pada hari ini tanggal 7 Desember telah dilaksanakan pertemuan dengan Menteri BUMN dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia," kata Sahala menyampaikan putusan rapat.

Rapat menyepakati memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelundupan komponen moge Harley dan sepeda Brompton.

"Barang tanpa cukai dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Perancis pada tanggal 17 November 2019 di Soekarno Hatta, Cengkareng, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," Sahala menjelaskan.

Pemberhentian sementara berlangsung sampai digelar RUPSLB. "Di perusahaan Tbk ada dua cara pemberhentian direksi, yaitu sementara oleh Dewan Komisaris, dan permanen dalam RUPSLB," ujar Sahala.

Ia berpesan pada seluruh staf untuk bekerja sesuai tugas, tidak perlu terpengaruh dengan kasus ini. Sebelumnya, Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah08 Desember 2019 | 08:49:27

    ente komiaaris kagak pada kerja? gaji buta dong...

Back to Top